In Goyang Lidah Video Kuliner Video madyang

(VLOG) Ini Dia Spesial Bijin Men, Menu Mie, Ayam dan Ikan dalam Semangkuk Kehangatan



Spesial Bijin Men, ramen dengan kuah miso, topingnya tentu saja sesuai selera, ada ayam, salmon, lalu dicampur irisan bawang, nori, daun bawang, jagung muda, tauge, kulit jeruk. Rasanya lezat. Perpaduan ikan laut asap dengan lembutnya daging ayam menyatu dalam kuah kolagen. Pastinya  bikin nagih

Nikmat disantap panas-panas di musim hujan. Tidak kalah lezat dari sup kolagen sih. Penasaran dengan sajiannya? 

Lihat penampakan Spesial Bijin Men kuah miso di video atas. #SalamMadyang

*Foto cover: Spesial Bijin Men kuah miso

IG/Twitter @bozzmadyang



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Video Kuliner Video madyang

(VLOG) Begini Collagen Soup Bijin Nabe Disajikan

Menikmati Collagen Soup Bijin Nabe Hot Pot itu mengasyikkan. Memanaskan aneka toping di dalam kaldu ayam kolagen, membuat berselera.

Hangatnya kaldu. Segarnya sayur, jamur berpadu dengan daging ayam. Tapi yang terpenting adalah, pentingnya mengkonsumsi kolagen untuk kesehatan dan kecantikan kulit.

Begini cara penyajian Collagen Soup Bijin Nabe Hot Pot ala Bijin Nabe by Tsukada Nojo yang berlokasi di Plaza Senayan lantai 5 Jakarta. Cekidot

IG @bozzmadyang



Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Goyang Lidah

Dibalik Selimut Hangat Sup Kolagen


KALDU ayam sup kolagen itu hangat. Menghangatkan sejak kecupan mangkok kecil beradu di bibir. Lalu mengusaap-usap lidah perasa, sesekali menyentuh langit-langit mulut. Turun melalui tenggorokan dan menebar ke sekeliling dada hingga perut. 

Hangatnya kaldu dari rebusan daging dan tulang ayam yang dimasak selama 8 jam, mengusir dingin di sudut-sudut tubuh. Bak selimut yang bukan hanya menghangatkan namun menyehatkan.

Collagen Soup Bijin Nabe Beauty Hot Pot. Bukan sup biasa. Itu sup kolagen ala Jepang. Sup yang bukan hanya nutrisi mengenyangkan namun memberikan manfaat kesehatan, kecantikan bagi tubuh.

Disebut-sebut kolagen berperan sebagai anti penuaan dini. Apalagi di usia tertentu tubuh sudah tidak berproduksi kolagen lagi.

Tersebar dalam varian rasa original, pedas, seafood, sukiyaki, dan shabu-shabu yang memberikan satu kata persembahan yang sama … nikmat.

Aroma di antara kepulan asap, yummi. (Foto @bozzmadyang)
Didatangkan langsung dari negeri matahari terbit, kaldu kolagen beku yang berkualitas healthy. Dari hasil peternakan ayam di luar kandang dengan perawatan dan pemberian pakan yang spesial.   

Namun ke depan, sangat mungkin akan dihasilkan ayam-ayam dari peternakan dalam negeri. Seperti halnya toping alias bahan-bahan sayuran, bakso, jamur, tahu dan lainnya yang menggunakan bahan lokal. Sehat dan berkualitas.  

Menikmati seperangkat lengkap Collagen Soup Bijin Nabe Beauty Hot Pot di tengah Ibukota Indonesia,  Bijin Nabe Plaza Senayan. Menarik ‘ritual’ saat jelang menikmati menu model hot pot. Inilah seninya.

Di atas pemanas listrik, kolagen beku/ puding dipanaskan. Kolagen pudding perlahan akan meleleh. Mencair. Tak pakai lama sekitar 3-5 menit pudding kolagen akan bergolak. Berbuih, berasap dan mengeluarkan aroma khas. Aroma kaldu ayam. Buih yang bergolak itu tanda toping siap untuk dimasukan.

Kiri: sup kolagen. Kanan: aneka toping. (Foto @bozzmadyang)
Sayuran, daging dan lainnya kudu antre. Bahan yang pertama dimasukkan ke dalam kaldu panas adalah bahan yang memerlukan waktu lebih lama matangnya. Misalnya saja daging ayam, bakso.

Lalu diikuti dengan tahu, kulit tahu. Terus aneka jamur dan sayuran. Aduk perlahan, agar semua bahan berkesempatan untuk masuk dalam kolagen dengan sempurna. 

Soo tinggal pilih yang #madyanger suka. Sayuran? Bakso? Ayam yang empuk? Atau kulit tahu? 

Infonya sejak Agustus 2017 ini, Bijin Nabe Restoran menambah toping Jukini dan Jamur Tiram. Penambahan itu berdasar pengalaman konsumen yang telah menikmati Collagen Soup Bijin Nabe Beauty Hot Pot sejak grand opening beberapa bulan lalu. 

Jukini, jamur tiram menemami Enoki Mushroom, Shitake, Daun Horenzo, Bayam Merah, Kol, Jagung, Wortel, Jamur Kuping berpadu dengan Ayam, Bakso dan kuah kaldu ayam murni. Resep ini langsung dari Tsukada Nojo Restoran Jepang.

Pilih toping sesuai selera. (Foto @bozzmadyang)
Sooo, semangkuk kecil kaldu kolagen dan toping pilihan sesuai selera bukan saja nikmat namun berefek  menghaluskan kulit.  Nikmat hangatnya sup kolagen ditanggung semangkok akan kurang dan kurang.

Tak apa, menu  Collagen Soup Bijin Nabe Beauty Hot Pot sehat dan bermanfaat. Tak usah ragu menikmati sepaket porsi medium bersama 2-3 orang teman. Cukup worth it dengan Rp. 298.000,-

Rasakan manfaat sehat dan kecantikan kulit Anda, dibalik selimut hangat nan nikmat  Collagen Soup Bijin Nabe Beauty Hot Pot hanya di Bijin Nabe by Tsukada Nojo Restoran di Plaza Senayan Lantai 5, Jakarta.  

Lihat video sajian Collagen Soup Bijin Nabe Hot Pot.  #Salam #Madyanger



IG & Twitter @bozzmadyang

Artikel Lain Tentang Bijin Nabe 

Read More

Share Tweet Pin It +1

1 Comments

In Event

Dari Es Tak Kie Hingga Paniki, Kuliner Legendaris Kampoeng Legenda


#Madyanger, sudah tau kan, ada event kuliner Kampoeng Legenda di Mal Ciputra Jakarta?

Atau malahan sudah mampir? Keren yaaa, kulinernya tiada duanya. 90 kuliner legenda yang populer di tanah air, ada di sini.  Tercatat ini ajang kali kelima pesta kuliner tersebut digelar   Mal Ciputra Jakarta.
Nasi Liwet Kampoeng Legenda. (bozzmadyang.com)
Nasi Jambalang Cirebon. (bozzmadyang.com)
Digelar sejak 9-20 Agustus 2017, makanan daerah dari penjuru nusantara disajikan. Di event yang bahkan mengundang langsung pelaku dan ‘penjaga’ kuliner daerah itu soal makan bukan saja tentang kenyang ataupun lapar.

Namun tentang kisah-kisah dibaliknya. Kisah legenda tentang budaya melalui makanan tradisional. Mengingatkan kembali bahwa negeri kita sangat kaya ragam budaya, khususnya kuliner daerah. 

Dari Es Tak Kie sampai Paniki Tomohon

Sejak melangkah masuk dari sisi utara lower ground Mal di Jakarta Barat ini, sudah disuguhi tampilan lontong balap asli Surabaya. Lalu lebih masuk lagi Bebek Sinjay Madura, Sambel Bu Rudy Surabaya yang berdiri tahun 2000. 

Sementara di pojok dalam ada kopi legendaries, Es Kopi Tak kie yang bermarkas di Glodok. Ini Kopi terkenal dan legendaris banget. Aku pernah mampir dan merasakan langsung di markasnya. 
Racikan kopi Lampung dengan kopi lainnya menjadi kopi khas Es Tak kie. Di arena acara sebungkus kopi Tak kie dijual Rp. 60 ribu. Boleh lah dicoba, pasti nyooosss!

Ada lagi Nasi Uduk Haji Yoyo khas Betawi yang berdiri sejak 1970. Dan yang membuatku ‘merinding’ adalah menu non halal Paniki yang diusung Hang Mien Tinoor Manado yang berdiri sejak tahun 1950! Paniki tau kan yaa? Itu olahan daging kelelawar!

Paniki. (bozzmadyang.com)
Paniki seporsi dijual Rp. 100 ribu! Lumayan yaa harganya, sooo pastinya olahannya spesial. 

Dan asal tau saja Hang Mien Tinoor adalah restoran yang terkenal di Manado. Panitia mengundang khusus Hang Mien Tinoor ini untuk datang mengisi ajang kuliner tahunan ini. 
Menyajikan aneka kuliner ekstrem seperti paniki dan ragam olahan babi (non halal). Tapi ada juga olahan makanan halalnya loorr. Lokasinya bersebelahan. 
Non halal. (bozzmadyang.com)
Hang Mien Tinoor menjadi salah satu gerai dari  90 stan gerai makanan di Kampoeng Legenda. Banyak yang sudah terkenal dan menjadi destinasi wisata kuliner di daerahnya asalnya, seperti yang kusebut di atas.
Dari Semarang dan Malang. (bozzmadyang.com)

Nasi Kapau. (bozzmadyang.com)

Teh tarik. (bozzmadyang.com)

Kerennya lagi ada barisan soto nusantara. Ada 19 jenis soto yang dijual di Kampoeng Legenda. Bagi penggemar soto, di sinilah surganya. Bisa memilih dan mencicipi soto yang mungkin #madyanger belum pernah rasakan cita rasanya.   

Soo, bagi #madyanger yang demen kulineran, dan penggila menu-menu tradisional nusantara, gak perlu jauh-jauh deh, cukup ke Kampoeng Legenda Mal Ciputra Jakarta Barat saja. Ajang akan tutup Minggu, 20 Agustus 2017 loor. #SalamKuliner

IG @bozzmadyang

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Goyang Lidah Tips Kuliner

Tips Menikmati Kuliner Walang Goreng


Walang goreng? Pasti teman-teman #madyangers sudah tau. Ini jenis makanan olahan walang yang banyak ditemui di Gunung Kidul. 

Sebagian besar kawan-kawan menganggap walang itu kuliner ekstrem. Lhaa... memang jarang banget ditemui. Eh, padahal banyak yang jual online loor, hehehe.

Mereka rerata gak doyan, atau tepatnya merasa aneh makan walang. Meski mereka termasuk gede di kampung alias cah #ndeso juga seperti saya, hahaha, yang tentu punya masa kecil berburu dan makan walang.

Misalnya saja kawan masa kecil sekampungku, Danang, yang ketemu Lebaran kemarin dan kuajak hunting walang/ beli ke daerah Gunung Kidul (banyak dijual di pinggir jalan). Ia cuma nyicipin satu, lalu gak doyan. Yaa itu merasa aneh dan gimana gitu. 

Banyak walang dijual di pinggiran jalan, seperti di kawasan Ponjong Gunung Kidul ini. (IG @bozzmadyang)

Kawan lain, si Dewi Nero, juga kubawain satu toples. Penasaran tampaknya saat kuposting di IG @bozzmadyang, hahahaha. Dia bahkan mengaku butuh waktu lama untuk mengumpulkan keberanian makan walang ini. Widihh...padahal buatku enak loor.


Kalau Mas Kepsek Teguh Hariawan (kawan Kompasianer) seideologi sama aku, demen walang. Hahaha. #walanger

Lalu, kenapa aku suka binatang berprotein tinggi ini? 


Yang jelas halal dan tak menjijikkan, terus enak saja saat dimakan. Rasanya gurih (suka goreng, ga suka bacem). Dan aromanya itu loor, khas walangnya. Secara aku demen makanan beraroma kuat seperti jengkol, pete, duren, dan sate wedhus.

Terus walang yang digoreng dengan baik, itu crispy, renyah. Seluruh bodi walang bisa dimakan semua. Lhaaa... dagingnya sedikit, termasuk kepala. Tentu sudah dibuang sayap dan jeroannya. Cuma, suthang (kaki bagian bawah yang ada geriginya) yang malas saya makan. Nylilit, meski gurih juga. :) 

Sooo, kalau kamu belum pernah nyoba, cobalah.... tapi hati-hati bila alergi.

Ada walang dari Gunung Kidul, walangnya gede-gede. Pernah juga beli online walang Majalengka, walangnya kecil-kecil (cucu walang kalee yaa) hehe. Tapi justru bisa dimakan semua tanpa sisa. Enak juga.

Ini walang dari Majalengka, beli online. (IG @bozzmadyang)

Tapi hati-hati menikmati kuliner ini. Soalnya gak semua orang cocok loorr. Soo gimana menikmati dan memilih walang. Ini tipsku. 

1. Bila kamu baru pertama nyicipin walang, jangan langsung banyak makannya (1 toples). Sedikit dulu, menunggu reaksi tubuh. Hehehe. Kebanyakan ada yang alergi. Kadang badan akan terasa panas. 

Aku dulu pertama kali juga begitu, badan panas setelah ngabisin satu toples. Namun, itu akan hilang dengan sendirinya dalam durasi jam. Kalau sekarang sudah nggak panas meski abis 2 toples. Mungkin tubuh sudah 'ngenok'. Beradaptasi.

(foto @bozzmadyang)

2. Pilih yang goreng saja. Lebih crispy. Biasanya ada rasa gurih, manis, pedas, dan bacem. Aku sih jelas pilih gurih. But sesuai selera kalian deh.

3. Kalau beli walang, sebaiknya yang sudah bermerek. Merek itu tanda keseriusan jualan. hehehe Merek Pak Heri dan Marvel yang dijual di Gunung Kidul menurutku oke. Lebih aman seh beli di toko oleh-oleh, bukan di pinggiran jalan. 

Pengalaman pahit, lebaran kemarin pernah beli walang di pinggiran jalan kawasan jalan menuju Pantai Kukup, Gunkid, walang toples tanpa merek. Walangnya kurang crispy. Sudah begitu, dasar toples dilapisi karton yang menggembung. Ini mengurangi takaran/jumlah walangnya. Mengurangi timbangan ini. Dongkol sedikit, sih.

Walang bermerek. (IG @bozzmadyang)

4. Biasanya, walang yang diolah adalah walang kayu. Aku perhatikan, walang yang berwarna coklat terang dan ekornya gak terlalu lancip seperti bercabang itu lebih enak. Tapi biasanya, gak banyak jumlahnya dalam satu toples. Aku gak tahu apa itu walang betina atau jantannya, ya. 

Dah, itu saja sih. Sooo...met nyicipin walang #madyangers! :)

#myfoodmygood

IG/Twitter @bozzmadyang

Tulisan ini ditayangkan juga di akun pribadi Penulis di www.selasar.com

Artikel Lain Tentang Walang:
Walang, Kuliner yang Merangsang
Sensasi Walang Goreng 

Read More

Share Tweet Pin It +1

0 Comments

In Goyang Lidah Review

Sensasi Kuliner ‘Rumahan’ Bernuansa Peranakan di Kedai Sirih Merah


Ikan pecah kulit.  (foto bozzmadyang)
Ini menu yang baru pertama kucicipin. Menu olahan ikan Pecah Kulit. Tampilannya ikan memanjang dan ‘montok’. Tekstur kaya daging dengan minimal tulang. Dengan bumbu Parape, ikan yang di bulan tertentu ini sulit diperoleh, tersaji menggugah selera. Di Kedai Sirih Merah, menu yang disebut Ikan Bakar Spesial ini tersaji setiap harinya. Melengkapi ratusan menu olahan pilihan lainya yang diolah secara higienis. Menikmati menu di sini, berasa makan di rumah sendiri. Kedai lekat dengan aroma Indonesia tempo doeloe yang berpadu dengan budaya peranakan diiringi lagu-lagu nostalgia tempoe doeloe.

“PULANG KE RUMAH" begitu yang aku rasakan saat menginjakkan kaki memasuki rumah lapang yang disulap menjadi kedai makanan itu. Aroma tempoe doeloe dengan eksterior rumah peranakan yang kental, dipadu gaya ala Indonesia tempo doeloe sangat lekat. 

Apalagi di bagian dalam. Mataku langsung tertuju pada sebuah foto di atas meja. Foto dengan bingkai yang bernuansa jaman dulu. Aksesoris yang melengkapi desain interior yang berasa banget ala rumahan.  
Nuansa tempoe doeloe banget (foto bozzmadyang)
 
Aksesoris di dinding (foto bozzmadyang)
Hampir setiap sudut terlihat ragam lukisan. Lukisan yang didominasi tema  kehidupan tempoe doloe. Lukisan tentang kota dan penghuninya. Humanis. Dan semua lukisan hasil karya sentuhan tangan-tangan anak bangsa. 


Lukisan (foto bozzmadyang)
Desain interior. (foto bozzmadyang)

Aneka  hiasan dinding yang unik berlantai keramik jaman doeloe, kental aksen peranakan. Lampion, lampu, paying-payung kecil, sepeda onthel serta gazebo unik di sisi belakang berasa membawa ke suatu masa. Unik, etnik dan nyaman asri.  Langsung terbayang di benak tentang rumah nenek di kampong. Dulu yang kusinggahi saat liburan sekolah.

(foto bozzmadyang)
(foto bozzmadyang)
Desain oriental. (foto bozzmadyang)


Gazebo bergaya oriental. (foto bozzmadyang)
Ikan bakar special, sapo tahu seafood, sop buntut, sate ala sirih merah, tumis jagung peda pete,  tersaji dalam satu meja. Itu menu-menu berselera bagiku. Menu-menu bagian dari 100 menu istimewa ala KEDAI SIRIH MERAH.

Gurihnya ikan bakar (pecah kulit) yang dibandrol 37,5K/ons, segarnya sapo tahu seharga 72,5K, nikmat pedas sop buntut, empuk tekstur sate dan ditutup dengan es sirih merah yang asam nikmat. Juga ayam serundeng nan khas berbandrol 59,5K. Goyang lidah banget.
Sapo tahu seafood. (foto bozzmadyang)
Terong (foto bozzmadyang)
Ayam srundeng (foto bozzmadyang)
Sop buntut. (foto bozzmadyang)
Ikan pecah kulit (foto bozzmadyang)
Sedap ikan pecah kulit. (foto bozzmadyang)
Nama-nama menu khas lokal, yang diolah dari bahan terbuat dari daging sapi, ayam, ikan, seafood serta tempe, tahu dan sayuran segar yang diolah secara higienis. 

Tak ketinggalan minuman tradisional cita rasa Indonesia seperti Teh Poci, Wedang Jahe, bandrek, kopi tubruk serta Jus buah segar hingga beragam hidangan penutup antara lain: Es Sirih Merah, Es Kopyor Durian, Es kelapa muda sirsak, Es Campur, Es Kacang Merah, Es lobi lobi disajikan dengan kesegaran beragam.

Es Sirih Merah wajib coba. (foto bozzmadyang)
Banyak pilihan ruangan. Ruangan dengan ademnya AC ataupun ruangan non AC yang berasa di teras belakang rumah. Meja-meja kecil, sedang dan besar tersedia. Bisa untuk berdua, berempat bahkan untuk rombongan yang lebih besar. Tak heran, ruangan di sini bisa digunakan untuk acara Ultah bahkan acara pernikahan dengan kapasitas 200an orang. 
(foto bozzmadyang)
 
(foto bozzmadyang)
Uniknya lagi ada ruangan yang didesain khusus, seperti ruang VIP besar dan kecil dengan tema tertentu. Dengan penanda warna, ruangan VIP mampu diperuntukkan buat 10-an orang. 

Sebut saja Ruang VIP Biru – KETENANGAN, bernuansa biru laut serta desain jajaran piring piring tempo doeloe di dinding, yang memberikan ketenangan tersendiri. 

Ruang VIP Hijau – KESEHATAN bernuansa hijau cerah dengan kapasitas hingga 10 orang. Ruang VIP Merah –KEMAKMURAN bernuansa merah meriah dengan kapasitas hingga 10 orang. Dan ruang VIP Koneng – KESUKSESAN, ruang yang mampu menampung hingga 35 orang berlantai keramik tempoe doeloe

Ruang VIP. (foto bozzmadyang)
Ruang VIP. (foto bozzmadyang)
Sooo, di sini kita bisa menikmati aneka menu dengan ragam cara. Datang dan silakan menikmati langsung makanan (Dine-In) dan merasakan nuansa rumahan ala tempo doeloenya. Atau ingin pesan antar, tersedia layanannya.   

Dan jika ingin menikmati bersama keluarga, teman dan kolega untuk acara syukuran, buka bersama, ulang tahun, pernikahan hingga catering, siap dilayani sesuai permintaan konsumen. Ehh bulan Ramadan ini ada juga paket-paketnya loorr, cek  Paket Parcel Kedai Sirih Merah di bawah ini.
 








Pastinya sensasi makan bernuansa tempoe doeloe, anda akan dapatkan di Kedai Sirih Merah. Penasaran? Yuk!

#salamKuliner

KEDAI SIRIH MERAH
Jl. Taman Kebon Sirih 1 No.5 Jakarta Pusat
Telp: (6221) 3911227  (
Pesan Antar) Fax : (6221) 3911225
Email: Kedaisirihmerah@gmail.com
FB: Kedai Sirih Merah 
IG: @kedaisirihmerah

Tersedia jasa layanan antar melalui Go-Jek & GrabFood

@bozzmadyang @rahabganendra

Read More

Share Tweet Pin It +1

2 Comments

Featured Post

Saat Tau Makanannya Gak Enak, Food Blogger Mesti Motret, Gimana Ya?

SEBAGAI Food Blogger kecuali sering icip-icip makanan dan minuman beraneka rupa, dalam   menuliskannya tentu sangat butuh foto-foto...

Google+ Followers

Viva LOG