In Event Review

Kulineran Romantis di Jakarta Street Food Festival


Lagu-lagu mengalun merdu. Suara datang dari atas panggung yang sedang live perform. Seorang gadis duduk manis mendendangkan lagu-lagu yang membuat nuansa semakin romantis. Apalagi senja mulai menghampiri. Temaramnya menyelimuti area Piazza, La Piazza, Summarecon Kelapa Gading, Jakarta Utara, tempat aku menikmati menu-menu menawan. Meja-meja berbentuk persegi, dilengkapi dengan kursi kayu nan mungil terisi oleh para penikmat kuliner. Di sekitaran area makan berjajar rapi ‘warung-warung’ berdesain kaki lima berpadu suasana ala negeri Eropa. Sajiannya menggugah selera. Racikan beragam kuliner tradisional dan mancanegara menebarkan aroma nikmat, nikmatnya masakan tangan-tangan terampil pengolah rasa. Desain area cantik. 

Di ujung sana, terlihat ‘menara’ bertuliskan jelas “Jakarta Street Food Festival (JSFF).” Yaaa, area Piazza itu sedang menggelar acara festival kuliner tahunan. Aku duduk persis di depan panggung. Empat meja disatukan. Soalnya aku tak sendiri. Ada sepuluh kawan Blogger kuliner alias Kompasianer kuliner yang asyik hangout menikmati suasana Minggu, 15 November 2015. Kami sedang beraksi gerebek bersama Komunitas Penggila Kuliner (KPK) Kompasiana. Dan aksi di La Piazza ini kali keempat yang digelar. Yaaa, kami selalu senang hangout disini.
Foto dulu sebelum disantap. (Foto Ganendra)
Bukan saja lokasi area yang nyaman, dan sangat cocok untuk nongkrong bersama kawan, saudara, maupun keluarga, namun ditunjang menu-menu yang kaya. Kaya akan unsur penggoyang lidah berselera. Praktis voucher JSFF card sebagai alat transaksi disini telah menjelma menjadi menu-menu pilihan dari kami. Beragam dan semua mengundang selera. Tentu saja hal pertama yang kulakukan adalah ‘melahap’ makanan-makanan cantik itu dengan….kamera. Lihat penampakannya di foto-foto dibawah ini.
Es Jelly Mutiara harga Rp. 29 ribu. (foto Ganendra)
Wuiih ngilerr dah dengan Pasta Bolognaise seharga Rp. 38 ribu ini. (foto Ganendra)

Ini dia Taiyaki seharga Rp. 28 ribu. (foto Ganendra)
Ini menu tradisional sate ayam pilihan Topik, harganya Rp. 30 ribu saja. (foto Ganendra) Ini bikin ngiler dah menu pilihan Nisa. (foto ganendra) Ngilerrrr tenannn. (Foto Ganendra) Jujur katakan padaku, “Apakah anda berselera melihatnya? Tak usah bohong heheee. Aku sama seperti anda. Ragam menu yang membuat mata nanar melihatnya. Lidah berasa berdecap-decap. Tangan bernafsu memegang sendok, lalu …. bersantap dimulai. Terhidanglah di meja beberapa pilihan menu teman-teman yang berbeda-beda. Adda Es Jelly Mutiara seharga Rp. 29 ribu. Pasta Bolognaise seharga Rp. 38 ribu. Taiyaki seharga Rp. 28 ribu. Sate ayam pilihan Topik, harganya Rp. 30 ribu saja. Dan masih banyak lagi.
Mie Chino pesananku, maaf liat kardusnya unik yaaak. (Foto Ganendra)
Pilihan menuku adalah Mie Chino dengan mie yang berbentuk pipih lebar. Dikemas dengan kotak kardus tebal yang unik. Dan tak bocor mesti berkuah. Cukup dengan Rp. 25 ribu, aku sudah bisa mencoba karakter empuk dan kenyalnya. Agak bandel digigit namun meresapkan rasa yang enak dengan bumbu khas. Mie Kedot orang menyebutnya. Dan mie kedot model rebus dengan kuah adalah menu favoritku. Namun aku sebenarnya kurang suka dengan campuran togenya. Sooo berasa makan pecel kalau pakai toge hehee. Jadinya Mie Kedot/ Mie Chino yang aku pesan tak memakai toge banyak-banyak. Sedikit saja, sekedar menantang lidahku, masihkah anti pada toge? Btw…. no problem, soalnya kuah yang segar dan hangat ‘membakarnya’. Nikmat pastinya. Sementara teman-teman lainnya tak kalah sibuk makan menu pilihannya. Lihatlah mereka sedang menikmati. 
Apa ini? hehee
Si adek pun suka di JSFF 2015. Heheee. (Foto Ganendra)
Segernya es Jelly mutiaranya, kata Pak Sutiono. (Foto Ganendra)
Haus. Rasa yang wajar setelah makan. Tak puas dengan air minum botol, warna warni susunan es serut dengan toping buah, kupilih. Melihatnya saja sudah berasa segar di badan. Kesegaran ini kubayar lunas dengan harga Rp. 20 ribu plus topingnya RP. 5000. Not bad. Wort it dan membayar lunas penasaranku. Ah setelahnya, nunggu jeda untuk memilih menu lainnya.

Masih banyak menu yang berselera menawarkan diri untuk aku cicipin. Markobar milik putra Presiden RI ke7, Joko Widodo, masih ramai yang antri. Ada mie godhog yang dimasak anglo di Mee Van Java tak kalah ramai antrinya. Aaah rasanya tak mudah memilih diantara sekian banyak menu tradisonal dan mancanegara di bawah ini. 

Bakmi "99" | Bakso Goreng Apollo | Bakso Malang Cak Su Kumis | Bits | Bitslicious | Blackjack | Bloodog | Bread of Kurtos | Chusy Churros | Creamy Comfort | Crepe Signature | Cubit Segigit | Cwimie Gedongan | Dessert Hauz | Durian & Ice Cream Durian Medan "AMIN" | Elsewhere | Es Sinar Garut H. Ucu | Fruit Chocolate Fondue (by D'alia Dessert) | Henk's Pizza | Hey! Banana | Ichitori | Joyous Lava | JR. Mushroom | Kopium Artisan Coffee | Ketoprak Ciragil Pak Bejo | King Karipap | Klapertaart Pingkan | Koribox L&L Hawaiian Barbecue | La Creperie | Markobar | Mee Van Java | Miechino | Nasi Bakar Juara | Nasi Goreng Rempah "Mafia" | Nest Grill | OMG Meatball | Durian Dessert by The Pancake Museum | Pastalicious | Petit Julien | Phat Phuc | Pokkonya | Pop Up Store | Roemah Ganyem | Sate Padang Ajo Manih | Soto Banjar Aming | Soto Kudus Pak Minto | Taiyaki Patisserie | Twisto Potato | Western Food Owan | What The Fries | Win's Pasta.
Ini dia martabak Markobar yang kondang itu. (Foto Ganendra)

 Aah, habis makan, rehat sejenak disuguhi performance food styling competition. Tantangannya adalah menyusun dan menghias roti. Ada tiga meja kecil yang disediakan lengkap dengan materi demo. Roti, sayuran , daging, dan lain-lainnya. Seru juga. Membuat hiburan tersendiri bagi pengunjung. But, sayangnya kami tak terpilih untuk ikutan beraksi. Wah jika terpilih, kans menang pasti terbuka lebar. Laaaa suporternya heboh-heboh kalau soal lomba heheee. Btw, menyaksikan aksi peserta menarik juga. Dan mereka bertiga cukup cekatan loor. Mulai dari mengiris rotinya, mengisi dengan sayuran, daging lalu menghiasnya. Ada yang berbentuk wajah tersenyum, eh ada juga yang berekspresi galau. Cukup menghibur dan menyita perhatian. Kerenlah ini buat seru-seruan. Performance food styling demo.

Ahhh akhirnya senja pun datang. Seiring dengan performance 3 sosok di atas panggung. Vokalis perempuan nampak enjoy memperdengarkan suaranya. Bagaikan di taman kuliner dengan suguhan cantik lagu-lagu merdu yang membawa aroma romantis. Aroma ke seluruh area La Piazza. Dan kami pun memutuskan pulang, dikarenakan banyak teman-teman yang tinggalnya lumayan jauh. Ada yang dari Tangerang, Cibubur, Cikeas, Bekasi dan lain-lain. Dan lagu-lagu romantic masih terdengar sayup-sayup saat aku berjalan meninggalkan area JSFF. Senang dan fresh rasanya, pulang dari lokasi.
Senja nan cantik di Jakarta Street Food Festival La Piazza. (Foto Ganendra)
Bay the way, beneran ajang JSFF 2015 ini rekomen deh untuk dikunjungi. Teman-teman kudu datang, mumpung masih dibuka sampai 22 November 2015. Nikmatin suasananya, rasakan menu-menu variannya dan nikmati performance yang disuguhkannya. Ada hiburan yang menarik seperti food styling demo, street musician, humanoid, acoustic performance, dan special performance lainnya. 

Kerennnnnn. (Foto Ganendra) 

Desain area cantik banget. (Foto Ganendra) 
Cantik bukan? (Foto Ganendra)
Bukan hanya itu bagi penggila duren, ada program tawaran makan duren mengasyikkan, yakni program Makan Duren Sepuasnya. Tentu ada ketentuannya. Yang jelas program Makan Duren Sepuasnya berlangsung setiap hari Senin dan Rabu selama periode Jakarta Street Food Festival tanggal 6 – 22 November 2015 mulai pukul 16.00 WIB s/d 22.00 WIB. 

Setiap pembelian Jakarta Street Food Festival Card senilai Rp. 250.000,- (dua ratus lima puluh ribu Rupiah) berlaku kelipatan dan tidak dapat ditukarkan/ dikembalikan/diuangkan (no refundable), akan mendapatkan 1 (satu) kupon Makan Duren Sepuasnya hanya dengan membayar Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah). Asyikkan. Ngilerrr pastinya hehee. Eh ada satu lagi, bagi kawan-kawan yang suka foto-foto dan berselfi ria, ada tantangan juga loor. 

Tantangan yang berhadiah dengan ikut program Food Styling Competition. Caranya mudah banget kok. Ini ketentuannya. Follow twitter & instagram @MKGLaPiazza Upload foto makanan dari tenant Jakarta Street Food Festival se-kreatif mungkin ke akun twitter / instagram. Foto bisa dilakukan di area JSFF maupun di luar area JSFF Mention @MKGLaPiazza dengan hashtag #FoodStylingJSFF #LaPiazzaStreetFood Beri caption & review menarik tentang foto tersebut Periode upload 6 – 22 November 2015 Tiga foto terbaik di instagram & twitter masing-masing akan mendapatkan voucher belanja Mal Kelapa Gading senilai Rp. 1.000.000,- Pemenang akan diumumkan di akun twitter & instagram @MKGLaPiazza pada 30 November 2015 Sooo, pasti menarik bukan. 

Yukk kunjungi JSFF 2015. Buka setiap hari: Senin - Kamis : pk 16.00 - 22.00 WIB, Jumat : pk 15.00 - 23.00 WIB dan Sabtu - Minggu : pk 11.00 - 23.00 WIB. Informasi selengkapnya JSFF 2015 klik ajah situsnya disini. Silakan hangout menikmati suasananya sepuas anda. #SalamKuliner 

@rahabganendra 

Semua foto adalah dokumen pribadi

Artikelini ditayangkan juga di Akun KOMPASIANA milik Penulis berjudul: Hangout Romantis di Senja JakartaStreet Food Festival

Related Articles

0 comments:

Post a Comment

Featured Post

Saat Tau Makanannya Gak Enak, Food Blogger Mesti Motret, Gimana Ya?

SEBAGAI Food Blogger kecuali sering icip-icip makanan dan minuman beraneka rupa, dalam   menuliskannya tentu sangat butuh foto-foto...

Google+ Followers

Viva LOG