In Goyang Lidah Ole Ole

Walang, Kuliner yang Merangsang


CAMILAN berbahan Walang (belalang kayu) ini saat ini sudah trend banget.

Penganan yang terkenal dari Gunung Kidul Jogjakarta ini terkenal dengan rasa gurih, pedas dan renyahnya. Bikin ketagihan deh.

Masyarakat Gunung Kidul sudah lama menjadikan walang ini sebagai lauk pauk yang lezat.

Kandungan nabati kaya nutrisi ini bagi sebagian orang bukan makanan yang lazim. Bahkan dikategorikan sebagai kuliner ekstrem. 

Kalau aku sih sebenarnya gak asing dengan makanan ini. Laa aku khan dari kampung Wonogiri yang berbatasan dengan Gunung Kidul.

Walang sudah aku konsumsi saat masa kecil. Bermain sambil ‘berburu’ walang dengan ketapel. Lalu dibakar, cukup dengan garam. Duh indahnya masa kecil. Heheee.

Nah suatu ketika jumpa dengan walang goreng saat ke Gua Pindul medio 2013 silam. Ehh ternyata banyak penjual walang, baik dalam kemasan toples maupun plastic sederhana.

Di sepanjang jalan Wonosari juga ada toko oleh-oleh dengan menyediakan olahan walang beraneka rasa. Wuihhh jadi nostalgia waktu itu.

Makanya beberapa hari yang lalu, beli via teman @nuzulularifin gegara liat postingan di facebooknya. Jadi pengen bangeet. Dikirim dah. Hehee lumayan menuntaskan rindu. Tentunya kubagi-bagi dengan teman kantor.



Rasanya gimana sih?

Aku bilang rasanya mirip udang getu. Kriuk-kriuk. Tergantung juga oalahannya. Ada basah dan kering. Kaya protein loor.

Selain  protein, ada kalsium, besi dan lemak dalam takaran sedikit. Hasil dari goggling, secara ilmiah, katanya sih belalang goreng kering mengandung protein 60%, sedangkan yang basah mengandung protein sekitar 40%.

Menurut Entomological Society of America, belalang sangat rendah kolesterol, jadi aman bagi para pengidap kelainan jantung. Bahkan belalang disebut-sebut lebih baik dari sapi dan ayam. Nah loorrr!!


Sooo, olahan belalang ini sanggup disimpan lama loor. Pengen?

Aku bilang sih, kawan-kawan wajib coba, tapi hati-hati. Cobanya dikit-dikit dulu yaaa, soalnya bisa bikin alergi, reaksi tubuh masing-masing orang beda-beda sih.

Kalau aku mah strong, no problem makan olahan lezat walang nan eksotis ini. Walang bener-bener merangsang. Jooossss! 

@rahabganendra

*Semua foto Dokumen Pribadi


Related Articles

4 comments:

R Windhu said...

Kulinernya bisa merangsang, ya? Hmm, beneran kaya' udang?

Agung Han said...

Madyang teyuuusss kapan ngombene #halah

Rahab Ganendra said...

josssss @agung :D

Rahab Ganendra said...

merangsang...mau dan mauuuu icip muluu :D

dagingnya mirip2 deh

Post a Comment

Featured Post

Saat Tau Makanannya Gak Enak, Food Blogger Mesti Motret, Gimana Ya?

SEBAGAI Food Blogger kecuali sering icip-icip makanan dan minuman beraneka rupa, dalam   menuliskannya tentu sangat butuh foto-foto...

Google+ Followers

Viva LOG