In Goyang Lidah Review

Goyang Lidah Kuliner Betawi, Hangat Soto Berkuah Susu



#SalamMadyang madyanger. Kali ini aku mau berbagi info kuliner tradisional khas Betawi. Ya,  kuliner khas ibukota. Cekidot.

SOTO sebagai kuliner tradisional daerah, banyak ‘gaya’ olahan sesuai asal daerahnya. Racikan  mengemas daging berpadu dengan  aneka isi lainnya seperti paru, kikil, usus  plus kentang, daun bawang, tomat  menjadi menu makanan yang nikmat. 

Salah satu pembeda soto ada di kuahnya. Biasanya yang banyak ditemui itu berkuah santan atau pun bening.  Nah kalau soto khas Betawi, ada yang bukan berkuah santan tapi menggunakan susu sapi!

Tentu #madyanger banyak yang sudah pernah menikmati Soto Susu Betawi ini ya?  

Soto jenis ini dikenal di area tertentu, seperti di area Jakarta, di tengah-tengah membanjirnya menu-menu kebarat-baratan dan Amerika.  

Sebagian orang yang mengenal Soto Susu Betawi itu kuliner tempoe doeloe yang digemari orang-orang Belanda di zaman penjajahan.  Susu yang digunakan sebagai kuah, nampaknya menjadi unsure yang taka sing bagi bangsa Belanda. 

Melihat penampilan Soto Susu Betawi sekilas tak beda dengan susu santan atau susu yang populer dari daerah lainnya.

Komposisi utamanya jelas ada isi soto, seperti daging sapi, paru garing, babad, kikil, usus, urat. Kadang ada yang menggunaka daging ayam. Faktor selera. Sementara toping lainya adalah kentang, tomat bertabur daun bawang.

Soto Susu Betawi ala @Nasiboxoffice. Foto BozzMadyang
Menikmati Soto Susu Betawi itu bercita rasa beda. Segar dan sehat, salah satunya karena rempah-rempah dan kuah susunya.  Ya rempah-rempah! Ciri olahan menu yang dikenal di tanah air.  

Proses memasaknya yang teliti, seperti menjaga kuah susunya agar tak pecah menjadi hal yang diperhatikan. Sementara racikan rempah-rempahnya dijaga agar meresap ke daging dan bercita rasa khas di lidah penikmatnya.

Salah satu racikan Soto Susu Betawi ini  dibuat oleh Wir Santoso, seorang pelaku bisnis kuliner di Jakarta. Wir salah satu orang yang mencintai kuliner Betawi dan berupaya mempopulerkan khususnya di area ibukota. 

Menurutnya mengolah Soto Susu Betawi ini tak rumit. Salah satu kuncinya adalah pada rempah-rempah  yang direbus bersamaan dengan daging sedemikian rupa, diusahakan rempah bisa meresap.

Proses campuran  susu ke dalam daging perlu timing yang tepat. Tunggu hingga daging hampir matang, empuk, lembut baru susu dituangkan.

Aduk susu sedemikian rupa agar tidak pecah.  Perlu waktu sekitar 3 jam-an untuk mendapatkan daging lembut yang diinginkan. 

Menikmati semangkok Soto Susu Betawi memang beda. Hangat kuah susu dengan aromanya yang menyegarkan mampu membangkitkan selera. 

Hasil olahan yang tepat, memungkinkan susu tak bikin ‘negh’.  Menikmati satu demi satu toping, paru, kikil, usus  memberikan cita rasa sensasi khas soto hingga tetesan kuah susunya yang terakhir. 

Jangan lupa teman menikmati Soto Susu Betawi ini dengan Beer Pletock! Bir khas Betawi yang populer tak memabukkan.
Soto Susu Betawai kolaborasi dengan Beer Pletock ala @nasiboxoffice. Foto BozzMadyang
Ramuan dari komposisi kayu manis, daun sere, kapulaga yang membutuhkan waktu 2 jam-an untuk merebusnya ini tak kalah beda cita rasanya. Sensasi dimulai dari warna merah dari kayu Secang hingga pedasnya pedas jahe merah.   

Sooo menikmati semangkok Soto Susu Betawi plus Beer Pletock, itu Indonesia banget! Tergoda? Anda harus coba!

#SalamMadyang #madyanger

SOTO SUSU BETAWI @nasiboxoffice 
Harga: 23K – 35K (porsi besar)
Contact: 0812 9920 5070
Instagram @nasiboxoffice
Lokasi: Soto Susu Betawi  @nasiboxoffice Jl. Meruya ilir No. 33c Jakarta Barat (Posisi antara Carrefour Express dan Fivestar Reflexi)


@bozzmadyang

Related Articles

2 comments:

Cipluk said...

Dulu gak suka soto betawi... sekarang suka karena gak sengaja makan. Ternyata enak juga :D

Rahab G said...

Yoiii Ciplukkkkk :) sensasional :D

Post a Comment

Featured Post

Saat Tau Makanannya Gak Enak, Food Blogger Mesti Motret, Gimana Ya?

SEBAGAI Food Blogger kecuali sering icip-icip makanan dan minuman beraneka rupa, dalam   menuliskannya tentu sangat butuh foto-foto...

Google+ Followers

Viva LOG