Nagih, Kerapu Hybrid Bumbu Arsik Samping Rumah Bang Yos



Ikan Kerapu? Siapa siih yang gak tau dan demen. Pasti banyak penggila olahan seafood tau ikan bahan oalahan nan lezat ini. Tapi kerapu yang ini beda, Kerapu Cantang namanya dengan olahan bumbu arsik ala kuliner Batak, Sumatera Utara. Mencicipinya kujamin bikin klepek-klepek dan ketagihan.


Aku mencicipinya di Sondoro Seafood Cibubur, resto yang menyajikan menu makanan laut berbahan baku 100% hasil laut dalam keadaan hidup. Sebuah restoran di pinggiran ibukota dengan area yang hijau, nyaman dan lumayan luas dengan konsep resto family friendly.
Tampak depan Sondoro Seafood Cibubur. (Foto Bozz Madyang)

Resto yang persis berlokasi di samping rumah tinggal Bang Yos, panggilan popular mantan Kepala Badan Intelijen Negara dan mantan Gubernur DKI Jakarta, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr.(H.C.) H. Sutiyoso di Cibubur ini menyajikan menu olahan ikan kerapu hybrid, yakni kerapu cantang. Ikan ini hanya bisa ditemukan di Sondoro Seafood di Medan dan Cibubur. Kok bisa? 

Ya, ikan ini dibudidayakan dan dikembangkan di tambak milik Sondoro Seafood di Medan. Kerapu Cantang ini hasil persilangan Kerapu Macan dan Kerapu Kertang, makanya disebut CanTang, singkatan dari macan dan kertang. Lalu apa kelebihannya?

“Kerapu Macan tekstur dagingnya lembut namun lambat tumbuhnya. Sedangkan Kerapu Kertang cepet tumbuh, tapi alot (daging),”
kata Vredy di Sondoro Seafood di Cibubur, saat berbincang dengan penulis pada Kamis (22/3/2018) siang.
Ini lor Kerapu Cantang. (Foto Bozz Madyang)

Jadilah Kerapu Cantang ini memiliki keunggulan cepat tumbuh dengan daging yang tak alot, bertekstur lembut. Dan itulah yang terasa di lidahku saat menikmati Kerapu Cantang di resto yang rindang pepohonan ini. Tak heran kerapu premium ini hanya bisa ditemukan di Sondoro, karena hasil budidaya sendiri. 

Bukan hanya Kerapu Cantang yang segar, Sondoro sengaja menghadirkan bahan baku berkelas premium, 100% hasil laut dalam keadaan hidup, bebas formalin dan pengawet, tinggi kandungan nutrisi, asam lemak omega 3, tak amis dan tak berbau lumpur, seperti ikan air tawar. 

“Kunci masakan lezat itu bukan hanya dari olahannya tapi yang terpenting adalah kualitas bahan olahannya. Bahan kita premium,” jelas Vredy yang mendirikan Sondoro Seafood Cibubur, cabang keempat dan pertama di Pulau Jawa ini, pada 5 Desember 2015 silam. 

Wuih kok tau soal ikan laut yaa, Mas Vredy-nya. Ya iyalaah, laa pemain alias eksportir ikan. Jadi soal ikan berkualitas tinggi, premium, ekspor, paham betul beliaunya. Hehehee.

Kerapu Cantang, Kerapu Hybrid Khas Sondoro

Olahan ikan Kerapu Cantang ala Sondoro Seafood yang dikemas dalam menu aneka ragam Kerapu Cantang diolah dengan metode steamed/ kukus. Model olahan yang lebih sehat dan higienis. Kandungan nutrisi seafoodnya pun dijamin ‘powerfull’ dan bebas minyak goreng.  

Dengan bumbu ala rempah-rempah yang Indonesia banget, salah satu sajian menu  olahan Kerapu Cantang menjadi menu lezat, enak, dengan kandungan omega 3 yang tinggi yang bermanfaat untuk dinikmati. Dan sajian olahan laut di Sondoro Seafood Cibubur ini, ‘something different’ berkelas premium dari bahan premium, segar dan sehat.

Kerapu Cantang Steamed Nyonya. (Foto Bozz Madyang)

Kerapu Cantang Steamed Hongkong. (Foto Bozz Madyang)
Ada dua ekor ikan kerapu basah yang terhidang di meja. Duh pipi ikannya chubby-chubby euyy hahaa. Itu bagian yanbg disukai penikmat Kerapu Cantang. Asap putih mengepul tak habis-habis. Daging warna didominasi warna putih.


Ukurannya lumayan besar, berat sekitar 0,8. Aromanya tak begitu kuat, bahkan aroma amis tak tercium sama sekali. Hal yang beda adalah bumbu steamnya. Satu steamed Hongkong dan satunya lagi steamed Nyonya. 

Ya, itulah menu andalan Sondoro Seafood Cibubur, Kerapu Cantang Steamed Nyonya dan Kerapu Cantang Steamed Hongkong. 2 menu andalan, best seller restoran di kawasan Cibubur itu.

Masih ada yang lain sehh yakni Kerapu Cantang Steamed Baba. Varian olahan seafood lainnya, ada ikan bawal, kepiting, rajungan, kerang dan aneka olahan sayuran.
Kepiting hidup dan segar. (Foto Bozz Madyang)
Tak pakai lama, selepas motret menu yang terhidang langsung menikmati Kerapu Cantang. Dan ... tarammmm, ini dia menu Kerapu Cantang Steamed Nyonya yang masih berasap. Diolah ala bumbu ‘Arsik’ yang terkenal di Sumatera Utara.
Hermini cicipin Kerapu Cantang Steamed Nyonya. (Foto Bozz Madyang)
Mencicipi ikan hasil hybrid ini, aroma kecombrang berasa, khas Batak. Asem segar, wangi manis, dikit pedesnya. Asliii, bumbu arsiknya berasa. Dagingnya banyak dari ikan seberat hampir sekilo. Bener, ga alot namun masih ada kenyal dengan tekstur lembut.

Digigit dan dikunyah masih berasa tidak hancur. Ini tandanya ikan benar-benar segar bukan ikan yang mati “berkali-kali”.  Biasanya ‘perjalanan’ ikan dari nelayan hingga sampai ke resto melalui banyak ‘tangan’ dan pasti mati berkali-kali. Dan gak menjamin kalau gak pakai formalin kan ya. Duh! 

Nah kesegaran ikan Kerapu Cantang di Sondoro Seafood, terjaga soalnya ikan masih dalam keadaan hidup. Tersedia di akuarium display di depan ‘Saung A’, tempat yang paling luas diantara bangunan yang mirip saung lainnya.

Dari akuarium inilah, pembeli bisa memilih ikan kerapu atau olahan lainnya seperti bawal, kepiting, rajuangan. Itu semua dalam kondisi masih hidup. Langsung timbang, transparan deh, jadi pembeli bisa lihat beratnya berapa.
Display Kerapu Cantang di depan resto. (Foto Bozz Madyang)
Kenikmatan Kerapu Cantang juga terasa di olahan Kerapu Cantang Steamed Hongkong. Dari namanya, wajar ini yang disukai penikmat dari kalangan Chinese. 

Satu hal, untuk ukuran ikan kerapunya lumayan besar, bahkan pernah menyajikan Kerapu Cantang seberat 2,5 kg. Apa gak alot ya? 

Kalau Vredy bilang siih, memang ikan yang kegedean, image masyarakat adalah dagingnya alot. Namun ternyata itu belum tentu benar. Justru ikan kerapu cantrang budidaya Sondoro, makin besar ikannya, makin enak dagingnya. Vredy bilang ikan kerapu cantang idealnya seberat 1,5 kg. Kalau kekecilan dagingnya terlalu soft. 

Penasaran cara pengolahannya, blusukanlah aku ke dapurnya. Lumayan lega juga dapur yang berada di bangunan belakang resto. Ada beberapa karyawan sibuk masak. Ternyata olahan Kerapu Cantang ala Sondoro menggunakan steamer yang modern ukurannya cukup besar, se-almari.

Setelah Kerapu Cantang sudah dibumbui sedemikian rupa sesuai menu yang diinginkan, lalu dimasukkan ke dalam steamer.
Steamer untuk meng-kukus yang modern. (Foto Bozz Madyang)
Kerapu cantang bumbu arsik/ batak siap dikukus. (Foto Bozz Madyang)

Berapa lama? Idealnya hanya 7 menit saja! Kalau lebih, justru ikan akan alot dan teksturnya gak sempurna. Jadi ini tho kunci yang bikin nagih, selain segarnya ikan. 

Eh selain kedua olahan kerapu cantang itu ada lagi Kerapu Cantang Steamed Baba. Kalau ini belum mencicipinya. Namun yakin ini tak beda nikmatnya dengan Steamed Nyonya dan Steamed Hongkong, soalnya ya itu tadi bahannya, Kerapu Cantang premium.

Sempat cicipin  Cumi Telur Asin yang gurih dan Kerang Bambu Saos Padang yang unik. Dari warnanya saja yang merah merona, sedemikian menggoda untuk mencecap kerang berbentuk memanjang itu.
Kerang Bambu baru proses dimasak. (Foto Bozz Madyang)
Kerang Bambu Saos Padang (Foto Bozz Madyang)
Ehh Kerang bambu ala Sondoro ini ukurannya gede-gede. Jauh ukurannya dengan yangt kubeli di beberapa lokasi kuliner seafood di ibukota. Benar kata Mbak Yessy Riana Dilliyanti, putri pertama Bang Yos yang turut menemani test food. Rasa pedasnya nikmat. Sementara olahan premium kepiting bahan baku dari kepiting Sorong Papua yang beken itu. 

Lembutnya Tahu Sondoro, Segarnya Olahan Sayuran

Tahu Sondoro, ini menu khas Sondoro Seafood yang bikin aku ‘merana’ selepas menikmatinya. Merana di hari-hari setelahnya, karena kangen berat euy. Teksturnya lembut, sangat lembut. Jauh banget dibanding tahu yang sehari-hari dikonsumsi itu.
Tahu Sondoro bikin nagih. (Foto Bozz Madyang)
Tahu Sondoro ini bikinan Sondoro, jadi ciri khas. Terbuat dari kacang kedelai dan hanya dikasih sedikit potongan sayuran dan saos.  Mantap poenya. Ini jadi makanan favorit yang bikin konsumen balek ke sini loor.

Selepas makan ikan, gak seru kalau tanpa olahan sayuran. Dan Kangkung Belacan ini menjadi pilihan yang tepat. Tepat karena dijamin fresh, kesegarannya. Laaa kangkungnya ditanam di halaman resto. Ditanam bersama sayuran lain.
Kangkung Belacan. (Foto Bozz Madyang)

Sayuran segar langsung petik untuk diolah. (Foto Bozz Madyang)

Sayuran segar. (Foto Bozz Madyang)
Dan yang penting semua sayuran yang ditanam dalam pot itu adalah organic. Tanpa semprot pestisida. Jadi sangat aman dan sehat untuk dikonsumsi, sesuai gaya hidup sehat. Sayuran segarnya boleh dibeli langsung juga looor untuk diolah di rumah.

Soal harga, seafood dikenal dengan harga di atas rata-rata olahan lainnya. Dibilang murah atau mahal itulah harga umumnya. Untuk menu andalan Kerapu Hybrid Cantang, dijual Rp. 34.500/ ons. Sedangkan cumi telur asin dan varian masak lainnya, seporsi Rp. 59 ribu. Kepiting? Ini menu olahan yang disukai penggila seafood, tersedia kepiting lunak, Rp. 79 / porsi. Ada kepiting jantan dari harga Rp. 40 ribu/ ons sampai yang gedean Rp. 49.500/ ons. Itu harga yang kulihat pada daftar menu, Maret ini ya. Sewaktu-waktu bisa berubah.

Pastinya di Sondoro Seafood Cibubur dengan kualitas bahan baku seafood premium bisa makan jenis seafood, ikan, cumi atau udang di bawah harga Rp. 100 ribu/ orang.
Sebagian menu dan harga di Sondoro Seafood Cibubur. (Foto Bozz Madyang)

Lokasi Family Friendly 

Untuk mencapai lokasi Sondoro Seafood, tau kan Plaza Cibubur di jalan Alternatif Cibubur, mudah dicapai selepas keluar jalan tol Jagorawi sekira 5 km-an. Sampai Plaza Cibubur, ada jalan Kalimanggis, masuk tak jauh sampai. Di sebelah kanan jalan. 

Lokasinya asri dan sejuk kesanku kali pertama masuk ke halaman resto Sondoro Seafood. Sepanjang mata memandang, diantara bangunan semi permanen berbahan kayu dan bambu, hijau oleh tanaman. Selain tanaman sayuran untuk konsumsi, juga tanaman hias dan pohon.
Lesehan. (Foto Bozz Madyang)

Lesehan. (Foto Bozz Madyang)
Ada tanaman jambu wuluh di halamannya. (Foto Bozz Madyang)
Namun ada yang unik. Aku mendengar ayam berkokok. Suara ayam hutan! Ya, wajar karena di halaman ada ayam hutan Jawa/ Bekisar, ayam kate, ayam jepang, ayam ketawa dan lainnya. Berasa banget aroma di kampong. 
VIP dan Ayam Ketawa. (Foto Bozz Madyang)

Tak usah khawatir bawa kendaraan pribadi atau rombongan, halaman parkir luas. Ada lapangan helipad di seberang hehee. Kali-kali bolehlah numpang sesaat, karena memang lokasi resto ini berdiri di lahan milik Bang Yos, yang berseberangan dengan perumahan TNI-AD Cibubur. 

Nah terkait khusus dengan TNI dan Polri, Sondoro Seafood memberikan program diskon kepada TNI-Polri sebesar 10%.  Berlaku sejak  1 April – 15 Mei 2018. Sooo, kesempatan bisa digunakan makan ramai-ramai. Ada “Saung A” (tanda petik) yang mampu menampung 80an orang. Tanda petik, karena sebenarnya mirip saung saja seeh, mungkin karena bangunan terbuat dari bambu dan kayu.  

“Saung” lainnya ada yang menampung 40 an orang. Ada juga yang ber-AC, ruang VIP bisa menampung 20 an orang. Kalau bawa anggota keluarga saja, bisa menggunakan saung lesehan yang ukurannya lebih kecil. Lokasi cozy, ada taman bermain anak-anaknya juga.
Anak-anak bisa maenan dimare. (Foto Bozz Madyang)
Soo Sondoro (Bahasa Nias artinya pengayom) Seafood ini  bisa menjadi tempat favorit keluarga. Bisa menikmati pilihan olahan seafood yang  fresh, juga sayurnya yang segar menggiurkan selera. Sekali datang, jaminan nagih hehehe. Nice place with nice food. #SalamMadyanger

Sondoro Seafood
Jl. Kalimanggis No. 100A, Jatikarya, Cibubur.
Telp. (021) 8451666
IG @sondoroseafood. FB Sondoro Seafood 

@bozzmadyang

Goyang Lidah 18 Bumbu Rahasia Outback Steakhouse Pasaraya

 
Salam #madYanger. Bagi penggemar steak, pasti jaringan restoran Amerika terbesar di dunia, Outback Steakhouse  masuk dalam list tempat kuliner steak favorit. Resto yang bermenu utama olahan daging sapi diantara bahan olahan lainnya ini memang menawarkan special menu yang beragam dan inovatif di gerainya yang sudah beroperasi sejak tahun 2001. 

Pastinya ragam menu yang disajikan akan menggoyang lidah para penggila steak maupun menu ala Outback Steakhouse. Nah aku mencicipi ragam menu Outback Steakhouse di salah satu gerainya yang baru dibuka bulan ini, Outback Steakhouse Pasaraya Blok M.

Gerai itu melengkapi gerai yang sudah ada di Kuningan City, Pondok Indah Mall 1 dan Gerai Ratu Plaza Jakarta sebagai Outback Steakhouse pertama di Indonesia.
Outback Steakhouse Pasaraya Jalan Iskandarsyah II No. 2 Blok M, Jakarta Selatan. (Foto @bozzmadyang)
Outback Steakhouse Pasaraya Jalan Iskandarsyah II No. 2 Blok M, Jakarta Selatan. (Foto @bozzmadyang)
Lokasi di Pasaraya Blok M ini termasuk strategis. Terletak dalam ekosistem hunian hotel hingga apartemen dengan kelas menengah. Juga berdekatan dengan resto-resto waralaba lainnya.

Saat masuk ke gerai Outback Steakhouse Pasaraya Blok M di lantai dasar, aku merasakan suasana santai ruangan yang cukup luas. Desain ruangan bergaya kontemporer dengan bernuansa kayu menghadirkan suasana nyaman. Kabarnya seehh desain interiornya terinspirasi dari gerai Outback Steakhouse di Australia.
Meja kursi di Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Desain ruangan Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Desain ruangan Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Ada puluhan meja dan kursi yang menempati area seluas 219 meter persegi itu. Meja standar ukurannya dengan kursi dan sofa yang beragam. Desain lampu juga cantik. Pencahayaan sedang, tak terlalu terang.

Sementara ada semacam mini bar di tengah yang menyajikan minuman beralkohol. Yaa ada minuman wine dan lainnya. Tapi makanannya sudah tersertifikat halal seeh.
Mini Bar Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Ruangannya lega di Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Ada ruangan sebelah luar, teras. Ada ruangan dalam. Kapasitasnya cukup besar, ada 108 kursi, jadi bisa buat makan santai rame-rame. Saat duduk di ruangan bagian dalam tak terlalu berisik oleh suara dari luar. Ruangan berbatas kaca sehingga bisa melihat ke luar sejauh mata memandang.

Ini tempat asyik. Selain buat bersantai bisalah buat ketak-ketik kerjaan di laptop. Seperti aku, bloger yang demen nulis kapan saja dan dimana saja. Hehehee.

Goyang Lidah Menu Best Seller dan Menu Baru  

Nah bagi yang sudah pernah ke gerai  Outback Steakhouse, pastinya sudah ngerti, menunya kelas premium alias di atas rata-rata. Maklum saja bahan olahannya impor, tapi tetap ada kandungan lokalnya, pasti. Misalnya daging sapi sebagai bahan utamanya diimport dari Australia. Karena memang Outback Steakhouse menerapkan standar kualitas tinggi.
Siap cicipin. (Foto @bozzmadyang)

Apa saja sehh menu barunya?

Ini neh menu barunya, ada Crispy Volcano Shrimp, Firecracker Salmon, Ranchero Chicken, dan Chocolate Chip Skillet Cookie. Bahan olahan di luar daging sapi yang menjadi signature Outback.
Crispi Volcano Shrimp (Foto @bozzmadyang)
Crispi Volcano Shrimp (Foto @bozzmadyang)

Ranchero Chicken. (Foto @bozzmadyang)
Firecracker Salmon. (Fto @bozzmadyang)

Beberapa menu aku sudah coba dan cicipin saat tasting food bareng kawan-kawan food blogger. Ada sekitar 30 puluhan menu yang menawarkan sensasi goyang lidah ala Outback Steakhouse.  Belum coba semua seh. Hehee.

Aku sudah mencicipi menu pembuka, hidangan utama sampai hidangan penutup. Sebagai menu pembuka ada Crispy Volcano Shrimp (New), Lemon Butter Calamari, Typhoon Bloom. Layak dicoba jika mampir ke resto yang berkonsep casual dining itu.
Dari atas ke bawah: Outback Special 8 oz,  Typhoon Bloom, dan Seasoned and Seared Prime Rib 8 oz (Prime Ribs). (Foto @bozzmadyang)
Typhoon Bloom (Foto bozzmadyang)
Typhoon Bloom yang menggoda ala Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Hidangan utama kudu coba ada Firecracker Salmon (New), Ranchero Chicken (New), Seasoned and Seared Prime Rib 8 oz (Prime Ribs), Outback Special 8 oz, Victoria Fillet 8 oz.

Sementara dessertnya ada Chocolate Thunder from Down Under (Best Seller) dan Chocolate Chip Skillet Cookie (New). Minumnya standar ada ice lemon tea, dan menu unik Cherry Limeade, Coco Berry Smoothie dan banyak lainnya.
Chocolate Thunder ala Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)

Chocolate Chip Skillet Cookie ala Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Satu hal yang pasti, Outback itu terkenal dengan porsi besarnya. Kalau liat-liat di menunya, dalam seporsi daging bisa memuat sebanyak 170-250 gram bahkan lebih. Rasanya jarang menemukan porsi kudapan daging segede dan seberat itu yaa. Wajib diketahui daging yang diolah dari bagian sapi, dari iga, tenderloin, sirloin, rib eye. Bagian-bagian itu menentukan setiap menu yang disajikan.

Soal racikan rasanya pun punya rahasia tersendiri. Ada 18 bumbu rahasia yang menjadi kunci kelezatan menunya, khususnya rasa di setiap hidangan jenis steaknya. Bahan-bahan yang digunakan adalah bahan terbaik bersumber dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia.
BBQ Beef Ribs ala Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
BBQ Beef Ribs (Foto bozzmadyang)
Layak menjadi favoritku tak bisalah kalau ga menyebut olahan daging sapi, BBQ Beef Ribs. Olahan daging sapi impor dari Australia. Bumbu BBQnya berasa, manis, ga pedas amit. Pantesan jadi Best Seller. Cocok di indera perasa. Seporsi ada 3 biji iga sapi, dengan ukuran besar pastinya. 
Victoria Fillet 8 oz (Foto Bozzmadyang)
Victoria Fillet 8 oz (Foto Bozzmadyang)
Seasoned and Seared Prime Rib 8 oz. (Foto Bozzmadyang)
Seasoned and Seared Prime Rib 8 oz, Size besar jadi ciri di Outbak Steakhouse. (Foto Bozzmadyang)
Begitupun olahan daging sapi Seasoned and Seared Prime Rib 8 oz atau sebut saja Prime Ribs dan Outback Special 8 oz. Dagingnya khas olahan Outback yang empuk dan lezat. Ini karena daging yang diolah bersumber dari jenis sapi “remaja” alias sapi muda. 

Bumbunya meresap ke dalam setiap daging yang kuiris. Daging steak berwarna coklat kehitaman gelap. Tingkat kematangan sengaja dibuat medium dipadukan dengan kentang yang dikukus sempurna. Kentang bisa dinikmati sampai kulitnya. Lagi-lagi ukurannya besar, khas Outback.
Kentangnya ukuran besar ala Outbak Steakhouse. (Foto Bozzmadyang)

Eh tapi jangan khawatir ada menu-menu ukuran ‘half’ dan hidangan khusus anak-anak kok. Jadi bisa disesuaiin porsinya, seperti burger, steak ayam dan lainnya. 
Promo untuk anak-anak di Outback Steakhouse Pasaraya (Foto @bozzmadyang)
Bagaimana kalau pengen menu selain olahan daging sapi?

Jangan khawatir ada core menu olahan bahan lain seperti ayam dan ikan. Menu firecracker salmon yang disajikan dengan fresh mango salso dan potongan sayuran segar bisa jadi pilihan.  Ada olahan daging ayam di Ranchero Chicken, juga Kookabura Wings, sayap ayamnya gurih nagih, ini jadi menu best seller. Bagiku  Kookabura Wings yang berwarna kecoklatan ini enak banget. 
Kookabura Wings. (Foto bozzmadyang)
Bagi penggila seafood, udang bisa menjadi pilihan menu baru Crispy Volcano Shrimp. Udang pilihan  dengan tepung khusus yang kusuka. Udang ukuran sedang saja, bisa sekali santap. Crispi dan gurih rasanya. 
Lemon Butter Calamari. (Foto Bozzmadyang)

Bagi yang demen cumi-cumi ada menu Lemon Butter Calamari. Olahan cumi ini sempat kucicipin, meski jujur saja, selama ini aku gak terlalu favorit olahan cumi-cumi. Soalnya trauma dengan kealotannya. Hehee. Tapi penasaran juga pengen cicipin Lemon Butter Calamari ini. Kuambil sebiji lalu kumasukkan ke mulut, kukunyah dan… eh ternyata nggak alot.  Cukup empuk di mulut dan gurih. Bolehlah kuambil beberapa lagi hehee. 

Menu Typhoon Bloom dengan bentuk unik wajib dicoba. Olahan  ring onion yang digoreng dengan tepung ala Outback. Manis ada gurihnya dilengkapi saus ini bikin berselera. Eh porsinya juga gede, bisa buat rame-rame. 

Untuk dessertnya pilihan yang cakep dan jadi best seller di menu Chocolate Thunder from Down Under atau bolehlah cicipin menu dessert barunya di  Chocolate Chip Skillet Cookie. Kelembutan ice creamnya meleleh di mulut saat dikecap. Menyegarkan. 

Selain minuman standar ice lemon tea, kudu coba deh  Cherry Limeade yang merah merona dan Coco Berry Smoothie yang lembut.  
Coco Berry Smoothie (Foto Bozzmadyang)

Cherry Limeade. (Foto Bozzmadyang)
Outback Steakhouse Peduli Pendidikan Anak Indonesia 

Sebagai resto jaringan internasional,  Outback Steakhouse mempunyai program CSR yang bertajuk Outback Gives Back. Menandai 17 tahun kehadiran Outback Steakhouse di Indonesia, bertepatan dibukanya Outback Steakhouse Pasaraya, Outback memberikan dukungan pendidikan anak di LSM SOS Children’s Villages Indonesia.

Dukungan itu diberikan dalam bentuk sumbangan sebesar Rp 50 juta kepada SOS Children’s Villages Indonesia. Disamping itu, Outback juga berkomitmen untuk mensponsori pendidikan untuk empat anak berbakat, untuk masa depannya yang lebih baik.

Soo, pastinya pada ngiler kan dengan menu goyang lidah Outback Steakhouse. Silakan datang ke gerai-gerainya dan kepoin akun sosmednya untuk menu-menu baru dan juga promo-promonya yes. Ini neh saat ini Outback Steakhouse ada special opening promo hanya di Outback Steakhouse Pasaraya. Lihat poster di bawah ini.
Yuk Cuzzz. #SalamMadyang

Outback Steakhouse Pasaraya

Jalan Iskandarsyah II No. 2 Blok M, Jakarta Selatan
Telepon: 021-7226073
Instagram/Twitter: @outbackin
Facebook: www.facebook.com/OutbackSteakhouseIN
Website:www.outback-sea.com

@bozzmadyang