Kulineran Asyik di Huk Family Resto dan Bebek Bentu Bintaro


Bebek sambal kecombrang. (Foto Bozz Madyang)
Salam kenyang #madyanger.

Kali ini aku mau cerita soal kulineran di kawasan Bintaro dengan menu-menu yang banyak ragamnya. Mulai dari makanan sampai minuman, plus camilan. Komplit. Resto yang ini unik. Ada dua brand dalam satu lokasi.  Mau tau? Cekidot!

Nama restonya Huk Family Resto. Berlokasi di kawasan Bintaro. Ada yang lain lokasinya di Cempaka Putih Jakarta Pusat. Brand lainnya adalah Bebek Bentu Resto. Jadi satu resto dengan sajian dua resto. Unik ya.

Nah aku berkesempatan blusukan ke lokasi Huk Family Resto yang beralamat di  Ruko Acasia Arcade 2 Blok M1 No. 8 Bintaro Jalan Raya Jombang – Ciledug, Pondok Aren – Tangsel, pada Sabtu 13 April 2019 lalu.

Waktu mau ke sana, aku cari dulu panduannya via google map. Dari tempatku di Grogol lumayan juga.

Aku berangkat dari Grogol Jakarta Barat, jadi lumayanlah. Tapi kalau hari Sabtu, jalan lumayan lega. Banyak yang libur kerja. Jadi lancarlah. Dari tempatku ke lokasi Huk Family Resto Bintaro ada dua jalur.

Pertama bisa melalui Jalan Panjang, lewat Joglo Kembangan, tembus Mencong lalu ketemu Jalan Raden Fatah menuju Jl Jombang.

Jalur kedua ini yang kulewati, dari Grogol melalui Cengkareng arah Kembangan Selatan, lalu masuk ke Jl. Raden Saleh lurus terus. Ikuti jalan ketemu Jl. Raden Fatah nyambung deh Jl. Jombang. Patokannya di depan perumahan Villa Bintaro Regency. Lokasinya berseberangan.

Sekira sejam aku sampe di lokasi. Pertama yang sampai, dari beberapa teman blogger yang diundang.

Huk Family Resto Bintaro ini tampak dari depan seperti rumah biasa. Dua lantai. Tapi sudah dipoles dengan desain ala resto. Depan berpintu kaca. Di halaman depannya ada tambahan peneduh. Nah bagian depan ini tertata meja dan kursi. Bisa buat nongkrong bro sis.
Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Aku cobain nongkrong nungguin kawan lain dimare. Pesan kopi item satu. Jam belum menunjuk angka 09.00 wib pagi. Hari menuju terik. Di sini lumayan dengan angin sepoi berhembus.
Sruput kopi di depan Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)
Coba ngadem di dalam. Ehh banyak sandal di depan pintu. Ternyata baru ada acara dengan anak-anak yatim di lantai 2. Belakangan aku tau, acara dengan anak-anak panti asuhan itu berkala dilakukan di resto ini. Menarik banget ya. Ya itu sesuai dengan semangat resto berkonsep dan bersegmen keluarga ini.
Acara bareng anak-anak dari Panti Asuhan di Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)
Bertemu dengan pemiliknya, Ibu Siti Zulva dan Pak Bangkit Kuncoro, suaminya. Dengan beliau aku sudah bertemu saat acara Food Blogger Gathering di Bebek Bentu Serpong, dulu. Pribadi yang ramah. Aku ngobrol sebentar dengan beliau. Lalu meneruskan foto-foto di area resto. Hingga kemudian kawan blogger satu per satu datang.

Mengenal Huk Family Resto Bintaro

Blogger Gathering Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto diikuti 21 blogger termasuk Om Jun sebagai koordinator. Didominasi blogger perempuan tentunya hehee. Acara digelar di lantai satu. 

Acara santai dengan narasumber Ibu Siti Zulva (selanjutnya kusebut dengan nama Ibu Zulfa)  dan Pak Bangkit Kuncoro (Selanjutnya kusebut Pak Bangkit) sebagai pemilik Huk Family Resto Bintaro.
Pak Bangkit dan Ibu Siti Zulfa owner Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)
Ibu Siti Zulfa owner Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)


Ibu Siti Zulfa owner Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)
Pak Bangkit menjelaskan singkat tentang Huk Family Resto Bintaro. HUK Family Resto merupakan bagian dari grup Bebek Bentu Resto yang memulai bisnis kuliner  sejak 12 tahun silam.

Brand Bebek Bentu Resto kali pertama berdiri di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, hingga kemudian melebarkan bisnis di beberapa tempat, termasuk di Serpong, Bogor dan Bekasi.
Pak Bangkit owner Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Pak Bangkit owner Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto di Cempaka Putih menempati area “Huk” artinya tikungan atau pojok, yang kemudian dipilih sebagai nama resto.  Demikian pula resto di Bintaro dengan nama Huk Family Resto Bintaro seatap dengan Bebek Bentu Resto Bintaro.

Lika liku perjalanan resto yang dibangun Pak Bangkit dan Bu Zulfa, hingga membuka Huk Family Resto Bintaro cukup panjang. Ada kunci utama untuk mempertahankan eksistensi bisnis kulinernya, yakni soal rasa, tempat dan harga. 

Tiga hal itu yang tentu saja berkaitan dengan konsumen.  Menikmati makanan jelas dari rasa adalah utama. Enak.  Apalagi disuguhi dengan aneka ragam varian menu yang variatif. Banyak pilihan. Itu memungkinkan untuk bisa menikmati berganti-ganti menu.

Keinginan konsumen seperti itulah yang diakomodir Huk Family Resto Bintaro dengan menu-menunya. Makin variatif dengan gabungan menu dari Bebek Bentu-nya. Di bawah nanti aku ceritain menunya.

Kenikmatan semakin terasa dengan lokasi, ruangan yang nyaman. Itu diakomodir dengan desain tempat yang casual dan family banget.

Aku lihat di lantai 1, ruangan serba warna cerah. Meja putih, kursi sewarna termasuk kap lampu. Sementara dinding digrafiti dengan warna cerah  lukisan. Ada tulisan Huk Family Resto yang cantik.

Lihat foto-foto ruangannya di bawah ini.

Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)
Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto Bintaro. (Foto Dokpri)
Sementara lantai 2, tak kalah memikat. Ada ruangan khusus dengan meja panjang. Ini cocok untuk keluarga besar, atau rombongan besar. Asri dengan aksesoris tanaman. Ada juga booth yang cakep untuk anak-anak bermain.

Sementara di luar (masih lantai 2), ruangan smooking area. Desainnya tak kalah cantik. Instagramable dimare.  Aku suka di sini, meski siang agak panas. Kalau sore atau malam tentu nikmat di sini.  Eh di area ini ada ruangan ibadah plus dengan toiletnya.  Foto-fotonya di bawah ini.

Huk Family Resto Bintaro lantai 2. (Foto Bozz Madyang)

Tangga Huk Family Resto Bintaro  menuju lantai 2. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto Bintaro lantai 2. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto Bintaro lantai 2 outdoor. (Foto Bozz Madyang)
Lantai 2 Huk Family Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto Bintaro lantai 2 outdoor. (Foto Bozz Madyang)

Nah faktor ketiga soal harga, cukup kompetitif dengan menu-menu yang special menggugah selera. Mari kita cek harga sekaligus menu-menu yang disajikan untuk kami icip-icip.

Ada 29 jenis, makanan dan minuman yang dihidangkan. Menu-menu itu dari kedua resto, Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto. 

Ini nama-nama menu yang disajikan saat acara Blogger Gathering Huk Family Resto dan Bebek Bentu Resto. 

Menu HUK Family RESTO ada: Beef Stroganof, Pizza Special, Sop Tahu Bentu, Sop Iga Bakar, Spagheti AOP Smoked Beef, Grilled Beef, Chicken Teriyaki, Sushi Dragon Roll,  Sushi Makimono Combo, Roti Bakar Coklat Keju.
Menu Bebek BENTU Resto ada Bebek Cemeng Dada, Bebek Cabe Ijo Paha, Bebek Muda ½ Ekor Sambal kecombrang, Sop Tomyam, Nasi Goreng  Surabaya, Ayam Bakar Paha, Gurame Hantu Petir, Udang Bakar Saos Bentu, Sapo Tahu Seafood, dan Brokoli Cah Sapi.
Minumannya ada  Es Kopi Susu, Kedondong Juice, Lemon Gras Orange, Cincau Kelapa Selasih, Hot Capucino, Milkshake  Strawbery, Ice Blend Capucino, Capucino Blended  dan Es Kopi Latte.
Ada juga kue dan roti beraneka rupa produk Neki Bakery Huk Family Resto Bintaro.  

Banyak kan ya? Gak semua aku  cicipi. Tapi lumayan banyak juga she yang kurasain. Enak pastinya. Diantaranya ini yang sempat kucicipin.

Bebek Cemeng 
Bebek Cemeng Dada. (Foto Bozz Madyang)


Bebek ini kesukaanku. Pernah cicipin di Bebek Bentu Resto Serpong.  Olahan bebek itu favoritku. Lebih favorit dibanding ayam. Nah Bebek Cemeng bagian dada ini, warnanya sesuai namanya hitam. Bumbu rempahnya terlihat jelas. Rasanya pedas. Lumayan ini levelnya di atas rata-rata. 

Daging bebeknya empuk. Ini bebek muda kupikir. Empuk dan tak amis, bagiku itulah letak kenikmatan menu ini. Seporsi seharga 25 K. Harga ini ekonomis untuk sekelas resto. Coba berapa beli di penjual kaki lima. Yang jelas rasa bebek dan porsinya beda.

Bebek Muda Sambal kecombrang
Bebek sambal kecombrang. (Foto Bozz Madyang)
Lagi-lagi cicipin olahan bebek ini. Gak makan seporsi  seeh karena niatnya memang untuk merasakan saja. Sambal kecombrangnya terasa banget. Pernah makan kecombrang?

Warnanya pink, rasanya asam kecut dan semerbak wangi. Aromanya mirip andaliman, rempah batak. Meski gak terlalu hardcore dibanding andaliman ala Batak. Asamnya sesuai untuk lidah kalangan umum.  Porsinya juga lumayan.

Empuk karena bebek muda. Seporsi bisa dinikmati dengan bandrol 24 K untuk paha, 25 K untuk dada.  

Sop Iga Bakar
Amel cicipin Sop Iga Bakar. (Foto Bozz Madyang)
Ini menu kesukaanku juga. Olahan Iga sapi. Dari sejak kulihat sudah bikin selera. Seporsi ada beberapa potongan iga sapi yang menempel pada tulangnya. Semangkuk sop kuah hangat segar terasa. Warna kecoklatan keruhnya, menandakan rempah-rempah yang menyelimutinya.

Satu sendokan pertama sop, nikmat. Aku bayangin kalau ditaburi rempah andaliman gimana ya? 

Hehee. Pasti jadi agak pedas-pedas, mint plus getir. Sedap.

Untuk iganya diolah cukup matang. Terbukti daging langsung lepas dari tulang saat kusendokin dengan garpu. Yang penting seeh empuknya terjaga dan merata untuk semua iga yang disajikan dalam seporsi.   Mau cicipin ini, boleh dicoba dengan harga 60K.

Gurame Hantu Petir
Gurame Hantu Petir. (Foto Bozz Madyang)

Gurame Hantu Petir. (Foto Bozz Madyang)
Aku pernah cicipin ini di Bebek Bentu Resto Serpong. Ini olahan ikan gurame yang wajib dicoba di resto ini. Pedas dengan daging segar ikan guramenya, bikin nikmat.  Guramenya tak berbau tanah, dan juga berdaging tebal.

Ada yang bikin menggoda dengan warna hitam gurame ditaburi irisan cabe rawit dan kecap. Warna hitam seperti tersambar petir inilah yang membuatnya disebut Gurame Hantu Petir. Ikannya cukup gede, bisa buat berdua. Harga 46K.  

Pizza Special
Pizza Spesial. (Foto Bozz Madyang)
Pizza ini  sekilas terlihat lebih lebar dari umumnya. Cuman tak terlalu tebal. Maklum saja ini porsi seharga 35K. Bisa buat 2 orang. Aku cicipin satu potong dalam seporsi.
Pizza Spesial. (Foto Bozz Madyang)

Sushi Makimono Combo
Sushi Makimono Combo. (Foto Bozz Madyang)
Sushi aku suka. Nasi gulung ala Jepang yang buatku unik.   Sushi Makimono Combo ini porsinya cukup memikat.  Dengan 50K sudah bisa menikmati sushi ini. Soal rasa lumayan, cuman rempah bolehlah dikuatin sedikit lagi, biar lebih terasa. 

Roti Bakar Coklat Keju.
Roti Bakar Coklat Keju. (Foto Bozz Madyang)
Sebagai dessert cicipin Roti Bakar Coklat Keju.  Berbentuk kotak dengan taburan keju dan coklat yang memikat. Cocok ini dinikmati dengan secangkir kopi atau pun juice. Hanya 15K.

Ada varian lainnya juga lho. Ada Roti Bakar Coklat kacang, Roti Bakar Keju kacang, Roti Bakar nanas dan lain-lain.

Lemon Gras Orange
(Kanan) Lemon Gras Orange. (Foto Bozz Madyang)
Ini minuman yang menyegarkan. Dengan sedikit es, dinginnya lemon gras plus orange membuat rasa makin segar. Perpaduan keduanya ternyata membuat cita rasa tersendiri.

Namun orangenya lebih kuat ya, lemon gras agak tenggelam alias kurang terasa. Bolehlah komposisi lemon grasnya ditambah. Hehee.  Mau ini, rogoh kocek hanya 17K saja.

Cincau Kelapa Selasih
Cincau kelapa selasih. (Foto Bozz Madyang)

Biar makin puas menawar dahaga, cobain Cincau Kelapa Selasih. Sesuai namanya komposisinya ada cincau kotak-kotak, kelapa dan butiran selasih. Warna merahnya memikat. Manisnya menyegarkan kerongkongan. Selasihnya membawa keunikan tersendiri di langit-langit lidah. Coba deh hanya 20K saja. 

Foto-foto menu lainnya.
Aneka minuman. (Foto Bozz Madyang)
Es kopi susu. (Foto Bozz Madyang)

Ice Coffee Latte. (Foto Bozz Madyang) 

Beef Stroganof (Foto Bozz Madyang)

Sushi Dragon Roll. (Foto Bozz Madyang)
Sapo Tahu  Seafood (Foto Bozz Madyang)

Menu bebek (Foto Bozz Madyang)
Roti  Bakery. (Foto Bozz Madyang)
Aneka camilan Bakery. (Foto Bozz Madyang)
Brokoli Cah Sapi. (Foto Bozz Madyang)
Lidah kucing dan snack lainnya. (Foto Bozz Madyang)

Jepret asyik. (Foto Bozz Madyang)


Waya Komola menikmati makanannya. (Foto Bozz Madyang)

Foto kuliner ala food lover. (Foto Bozz Madyang)
Sesi tanya jawab acara  Huk Family Resto Bintaro. (Foto Bozz Madyang)

Kumpul seru (Foto Bozz Madyang)
Pastinya cicipin menu-menu ala Huk Family Resto dan bebek Bentu Bintaro sangat variatif dan memanjakan lidah anda sekeluarga. Jangan segan datang dan nikmati sajian special dari racikan rasa cinta yang ada di dua lokasi HUK FAMILY RESTO.

HUK FAMILY RESTO  Cempaka Putih
Jalan Cempaka Putih Barat XXVI No. 10 Jakarta Pusat. 
Telephone: 021-4213010, 085891438484, 083898198543

HUK FAMILY RESTO  BINTARO
Ruko Acasia Arcade 2 Blok M1 No. 8 Bintaro
(Depan perumahan Villa Bintaro Regency) 
Jalan Raya Jombang – Ciledug, Pondok Aren – Tangsel. 
Telephone: 021-7456300, 7457770, 74870864, 089649993391

Instagram @huk_family_resto. 
Twitter @RestoHuk. 

@bozzmadyang

Foto Hitam Putih Jajanan Kota Tua


Berwisata. Kulineran dengan ragam kelas. Nikmat aneka jajanan. Mereguk aroma diantara gedung-gedung berarsitektur bersejarah di kawasan warisan era kolonial Belanda. Kota Tua selalu menarik dengan plus minusnya.
 
 Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)
Ragam Jajanan Kaki Lima Kota Tua

Kalau kamu lewat Jl. Kunir, kawasan Kota Tua di Jakarta, saat jelang malam, kamu akan lihat pemandangan keramaian kaki lima. Jajanan pinggiran jalan yang bergeliat seiring datangnya sore, yang menambah warna penjual-penjual yang eksis sejak pagi hari.

Mereka pengais rezeki di kala malam. Menggelar lapak-lapak makanan di pinggiran jalan. Menjadi pelengkap jajanan dengan ragam kelas. Tak sedikit orang-orang prefer dengan jajanan yang ‘guyub’ digelar berdesakan memakan bahu jalan. 

Ada nafas-nafas kehidupan yang bergantung di situ. Ada pejalan yang mereguk nikmat jajanan di situ. Ada pula yang sekadar mencari penawar lapar setelah lelah mengitari kota lama, Batavia.

Penjual jajanan pingiran jalan di Jl. Kunir menyatu dengan penjual lapak lainnya. Membentang di kanan jalan dan batas tengah jalan. Jalan di sini searah. Ada halte trans Jakarta. Saat malam tiba, batas tengah sederet halte itu menjadi lokasi penjuala makanan. Bakso, nasi goreng, mie ayam, telur gulung, sate dan banyak lagi.
Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)

Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)

Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)
Jl Kunir nyambung dengan Jl Kali Besar Barat. Titik pertemuan jalan di jembatan kecil di atas Kali Krukut.  Ada penjual berjajar di atas jembatan Kali Krukut. Beberapa penjual lainnya ada di atas jembatan Jl Kali Besar Timur 5. Bedanya jumlah penjual street food di Jl. Kunir lebih banyak ragamnya.

Bakso, pecel lele, sate, kacang rebus, telur gulung semua ada. Ciri khasnya adalah dengan gerobak yang mangkal di tepian jalan. Tak ketinggalan jajanan legendaris, nasi pecel.  Bedanya penjual nasi pecel di sini, menggelar tikar. 

Aneka bahan komposisi pecel ditaruh di dalam baskom. Dedauanan, toge, plus goreng tempe, bakwan dan lainnya. Sayang gak ada daun turi-nya, seperti yang biasa ada di pecel Beringharjo Jogjakarta. Ya, mungkin susah nyarinya di ibukota. Harga Rp. 15 ribu.

Namun malam itu, cuaca gerimis membuatku enggan mencicipi pecel. Aku lebih mencari jajanan yang hangat-hangat saja. Lebih cocok. Pilihannya juga banyak.

Takoyaki, telur gulung, jagung rebus, kedelai rebus, nasi goreng, sate, bakso, mie ayam dan banyak lagi. Sudah malam, jadi gak perlu makan berat. Ngemilin ajalah takoyaki. Rp. 10 ribu dapat 6 biji. Sama dan sebangun dengan telur gulung harga dan porsinya.
Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)

Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)

Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)


Tak kalah menggoda, aneka sosis. Banyak ragamnya. Rerata dijual RP. 5000. Satu jenis  berukuran jumbo yang diharga Rp. 10 ribu.

Aku lebih tertarik dengan penjual jagung dan kedelai rebus. Kepulan asap putihnya lamat-lamat mengurai. Sebiji jagung Rp. 10 ribu. Sebiji maksudku satu buah jagung loor. Bukan sebijian jagung. Kalau kedelai rebus, seikat RP. 8000. Lumayan ngemil sambil ngobrol, soalnya “nitilin’  lama habisnya.

Kulineran Beraroma Kolonial

Tau kan, banyak yang datang ke Kota Tua dari berbagai kalangan masyarakat. Dari kalangan bawah sampai menengah ke atas. Lokasi cari makan pun beragam. Banyak café dan tempat makan dengan ragam kelas. Café-café unik kelas menengah ada. Makanan yang harga lebih mahal lagi juga ada.

Sementara kalangan bawah, tersedia makanan di warung ataupun pinggiran jalan. Rerata ramai. Bahu pinggiran jalan banyak terpakai untuk lapak jualan makanan. Lokasi para penjual jajanan di kawasan Jl. Kunir termasuk padat dan ‘rapat’. Namanya juga banyak penjual apalagi di kawasan yang menyimpan banyak spot wisata, dikunjungi banyak orang.  Kalau kamu pernah lewat di situ, taulah kondisinya.

Sementara selalu ada bus trans Jakarta yang selalu lewat. Saat bus lewat, kudu perlahan-lahan. Jalan menyisakan sedikit ruang untuk pejalan. Jadi sabar aja ya, jalan-jalan pilih makanan di situ.

Sementara kalau di area Jl Kali Besar Timur, lebih asyik. Diantara gedung-gedung lama, lokasi ini terasa lebih lega. Area banyak digunakan untuk lokasi parkir kendaraan, roda dua dan roda empat. Ehh andong juga parkir dimare. Di sini banyak spot foto-fotonya. Banyak ragam model ‘berbayar’ mencari rezeki  dimare.  
Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)

Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)

Jajanan kawasan Kota Tua Jakarta Barat. (Foto Bozz Madyang)
Ada spot-spot tertentu untuk kulineran. Meski tak banyak. Paling asyik ya, di atas jembatan Kali Krukut. Nikmati pecel dan ngamparlah di situ. Di abwah lampu-lampu dan gedung-gedung lama, berasa banget aroma masa kolonialnya. Gak percaya coba aja sendiri haha.

Kulineran sembari menikmati tenangnya air Kali Krukut di malam hari bernaung lampu-lampu. Cakep. Mau bareng genk, keluarga atau buat pacaran, asyik wes.  Haha.

Kalo kompasianer Lisa Moningka yang suka guide turis ke Kota Tua, bilang  di atas air Kali Krukut dulu zaman mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaya Purnama tuh, dikonsepkan ada tempat untuk panggung hiburan. Jadi bisa menjadi lokasi pengunjung menikmati sajian hiburan, plus magnet untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Soo, kamu tertarik maen di Kota Tua saat malam hari? Aku sih iyesss!

@bozzmadyang