Makan Enak, Tempat Asik di Indigo Café Bogor

Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Menikmati makan makanan enak dan lezat sambil menikmati live music di suasana nyaman bak rumahan di Indigo Café Bogor.  

Hai #madyanger foodies, aku ada info menarik tempat makan yang tak biasa. Lokasinya di Bogor. Wah pastinya café ini boleh banget jadi pilihan tempat kongkow, nongkrong sampai bikin acara bareng genk, komunitas. Jadi, baca yes, biar tau seperti apa café bernama Indigo Café ini tampilan dan sajiannya. Cekidot.

Senin, 9 Desember 2019 siang hari nan terik, berasa sedikit teredam saat aku masuk di dalam café yang baru berumur setahun di Kota Hujan, Bogor.  Ini kali pertama aku ke café yang punya nama unik, Indigo Café Bogor.
Salah satu sudut di lantai 2 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Hari itu juga hari spesial buat Indigo Café Bogor, karena tepat setahun café beroperasi. Tak heran aku lihat kesibukan para karyawan café.

Demikian pula ada beberapa tamu yang special juga, ada beberapa tamu undangan. Beberapa berseragam polisi. Itu polisi setempat yang memang diundang untuk merayakan bersama dan berbagi bahagia dari café yang dimiliki oleh Bapak Nurdin Aiman.

Kalau penasaran dengan nama dan makna Indigo, bolehlah simak ini. Pak Nurdin bilang Indigo bisa diartikan macam-macam seperti 'indera keenam' atau juga diartikan dengan warna ungu dengan makna kebijaksanaan dan lainnya.

Mungkin semangat itu yang ingin diusung oleh cafe ini. Simak poster di Indigo Cafe yang kupotret ini. 
Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Aku pun larut dalam suasana perayaan 1st Anniversary Indigo Cafe Bogor yang dipusatkan di lantai dua. Aku taksir ruangan ini mampu menampung 50 an orang. Gak heran Pak Nurdin bilang ruangan ini bisa buat acara seperti gathering, ulang tahun, arisan karaoke-an dan semacamnya.   

Ada spot di depan yang bisa disulap menjadi panggung mini. Seperti saat acara 1st Anniversary Indigo Cafe Bogor hari itu. Bisa dipasangi backdrop plus aneka hiasan pernak pernik seperti tulisan maupun balon aneka warna. Sound system juga tersedia. Komplet deh.

Itu terbukti dengan nyanyian dari live music yang disajikan saat acara. Asyik-asyik lagunya. Gitaran akustik. 
Pak Nurdin Aiman saat acara 1st Anniversary di Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Aku merasa café seperti ini menambah preferensi dalam memilih tempat berkulineran sampai untuk acara. Bahkan sekaligus menopang wisata kuliner di Bogor.

Seperti disampaikan Bapak Shahlan Rasyidi, S.E., M.M. selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor saat memberi sambutan acara bahwa wisata kuliner menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan agar datang ke Kota Hujan.

Oleh karena itu Bapak Shahlan Rasyidi, menyambut baik atas eksistensi Indigo Café  dan mengucapkan selamat atas setahun kontribusi Indigo Café Bogor menunjang wisata kuliner di Bogor.
Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)


Makanan Lezat nan Menggoda Selera

Menu khas Indonesia dan Barat (Western) menjadi sajian pilihan di Indigo Café. Saat acara setahun Indigo Café, disajikan menu di Indigo Café, diantaranya ada Sop Iga, Iga Bakar, Salmon Steak dan Roasted Chicken Sambal Matah.
Salmon steak Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Roasted Chicken Sambal Matah Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Sop Iga Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Iga Bakar plus kuahnya ala Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Banyak menu Indonesianya yang lain. Ada aneka nasi goreng kampoeng, nasi goreng kecombrang, nasi goreng Indigo dan nasi goreng buntut. Suka mie? Ada mie goreng Indigo. Untuk yang suka kuah-kuahan ada mie kuah Indigo yang dibandrol kisaran Rp. 35 ribu saja.

Menu western ada pasta  Aglio Olio, Carbonara, Bolognese yang dibandrol rerata Rp. 42 ribu saja.  

Eh kalau mau cemal cemil bisa banget. Misalnya ngopi-ngopi cantik enaknya ngemil. Ada camilan asik ala Indigo Café seperti Pisgor Klasik, Pisgor Istimewa, Onion Ring Original, Tahu Cabe Garam dan Mozarella Stick With Calypso Sauce. Harga kisaran RP. 15 ribu – Rp. 25 ribu saja.

Untuk minumnya ada signaturenya Indigo Café Bogor, Indigo Frozen Coffee terus ada Milshake Vanilla, Green Matcha,  Ice Coco Caramel.
Indigo Frozen Coffee. (Foto Bozz Madyang)
Indigo Cafe Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Green Matcha dan Ice Coco Caramel Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Lalu kopinya? Tenang saja ada banyak pilihan. Ada Espresso, Café Latte, Cappucino, Mochacino dan Americano. Tersedia hot maupun ice. Ada juga Coffe Miel, Es Kopi Susu Indigo. Kisaran harga dari Rp. 20 ribu sampai Rp. 32 ribu.

Ada Manual Brew juga, V60, Vietnam Drip, Japanese Coffee Filler dan juga Kopi tubruk. Wedahh. Aku banget itu hehee. Harga kisaran Rp. 25 ribu – Rp. 30 ribu saja.

Kalau datang berduaan atau berempat bareng genk kamu, boleh cicipin menu sharing-nya Indigo café. Ada Double Platter untuk 2 orang, dibandrol Rp. 50 ribu. Terus untuk 4 orang, boleh coba m,enu Indigo mix Paltter seharga Rp. 120 ribu.

Menu dan harganya lebih lengkap cek di foto bawah ini ya. Harga menu sewaktu-waktu bisa berubah.
Daftar harga menu Indigo Café Bogor. (Foto Erfano)

Daftar harga menu di Indigo Café Bogor. (Foto Erfano)

Oh iya, kalau gak sempat ke café-nya bisa order via GoFood. Jadi makin mudah tuk nikmatin menu Indigo Café kapan saja.

Pojok Cantik, Nyaman Bercengkerama

Satu lagi yang bikin aku betah dan demen di Indigo Café adalah ruangan yang cantik. Penuh dengan hiasan dan “kalimat” motivasi positif. Instagramable. Hiasan ada di lantai 1 dan 2. Coba liat ini.
Quote cantik di lantai 1 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Pojok cantik di lantai 2 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Quote di ruang lantai 1 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Terus ada ruang-ruang yang keren di lantai 1. Seperti ruangan di posisi bagian kanan saat masuk. Bisa buat ngopi-ngopi cantik deh. Nyaman untuk bercengkerama serasa di ruangan rumah sendiri.
Ruang cantik di lantai 1 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Pojok cantik di lantai 2 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Pojok cantik di lantai 2 Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)

Bagian cafe lantai 1 Ruang cantik di Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Pojok cantik di lantai 1 Ruang cantik di Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)


Yang Spesial dari Indigo Café Bogor untuk Kamu yang Spesial

Oh iya ada ada yang spesial di Indigo. Untuk kamu yang ultah akan diberikan gratis Japanese pancake. Pastinya lezat dan enak. Lihat fotonya.

Japanese Pancake Indigo Café Bogor. (Foto Bozz Madyang)
Jangan lupa ada promo-promo tertentu yang dihadirkan. Seperti msialnya kemarin ada promo diskon 20% untuk semua menu yang ditutup sampai Minggu 15 Desember 2019.

Nah biar gak lewat promo-promo Indigo Café, follow aja instagramnya di @indigocafebogor  Pastikan kamu gak kelewat promo-promo dan diskonnya. Kalau dapat diskon kan senang yaa.

Soo, yuk masukin Indigo Café di list tempat hang out favoritmu. Tuk ke lokasi cafe terbilang mudah. Iya dong secara banyak transportasi daring hehe. Zaman now getu. Saat aku ke sana dari Jakarta naik kereta api turun di Stasiun Bogor, langsung order ojek daring lewat aplikasi ketik di kolom tujuan, “Indigo Café Bogor.” Langsung ketemu deh.

Bagi yang bawa kendaraan, ada tempat parkir mobil meski terbatas untuk beberapa mobil, namun memudahkan karena lokasi café di pinggir jalan. Muat banyak juga untuk sepeda motor.

Buka jam berapa? Jangan khawatir, setiap hari buka. Untuk jam buka tutupnya, simak ini. Alamat dan kontak reservasi di bawah ini juga ya.  Salam madyang.

Sumber IG @indigocafebogor 
INDIGO CAFE BOGOR
Casual Daily Cafe & Coffee House

Jl. Achmad Adnawijaya (Pandu Raya) D2 No.1, 
Tegal Gundil, Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat 16152
Instagram @indigocafebogor  
Reservasi & Event
Telp : 0251-8332805
Wa : 081-1110-6226


@bozzmadyang 

Kearifan Lokal Kuliner Tradisional di Kebun Jati

 
Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)

Lokasi yang menyajikan kuliner tradisioanl ala kampung ini sudah cukup popular. Terletak di pelosok desa Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Menempati area kebun jati, pasar kuliner tradisional ini hanya buka tiap Minggu pagi jam 06.00 – 09.30 wib. Namanya Pasar Dhoplang.

Pasar Dhoplang berlokasi di Kampung Kembar, Desa Pandan, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Lokasi itu dari kawasan Kota Wonogiri mengarah ke timur, sekira 40 an menit meanggunakan kendaraan. Waktu tempuh itu dalam situasi jalan yang cukup lengang, karena hari libur.

Menempati lahan milik desa, Pasar Dhoplang berdiri sejak November 2018 lalu. Di pasar yang mulanya sebagai kegiatan dasa wisma ibu-ibu setempat ini, khusus menyajikan kuliner khas tradisional. 
Pasar Dhoplang. (Foto: Linda)
Di antaranya makanan ikon Wonogiri, tiwul dan cabuk. Ada juga gatot, bakmie, aneka gorengan, brambang asem,   tempe besengek,  sego bancakan, oblok-oblok mlanding, bothok mlanding,  sampai yang unik dan inovatif rempah jambu mete.

Semua makanan itu bisa dibeli dengan harga murah. Alat pembayarannya pun unik menggunakan koin yang dibuat dari kayu. Koin-koin itu ditempeli kertas sesuai nominal. Ada nominal Rp. 1000 sampai Rp. 20.000. 
Aneka jajanan di Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)

Sajian kuliner tradisional khas “Ndeso” itu semakin eksotis dinikmati di bawah pepohonan jati, lesehan di  tikar yang digelar di area sekitar 1.300 meter persegi.

Dari tampilan pasar kuliner tradisional itu, ada semangat kearifan lokal yang diusung. Bukan hanya sekadar menimati makanan “kelangenan” atau “kangenan” ala kampung tapi ada semangat cinta kepada budaya, lingkungan dan inovasi kuliner.

Komunikasi Wajib Berbahasa Jawa

Semangat melestarikan budaya, salah satunya dengan merawat budaya Jawa melalui bahasa dan busana. Ya, di Pasar Dhoplang komunikasi transaksi diwajibkan menggunakan bahasa Jawa. Antar penjual, pembeli dan pengunjung. 

Tentu saja tak sulit untuk pengunjung yang rerata datang dari daerah sekitar, dan masih dalam lingkungan budaya Jawa. Bagi pengunjung dari luar daerah yang tidak bisa berbahasa Jawa, kesempatan untuk bisa belajar bahasa Jawa.

Budaya Jawa semakin kental terlihat dari pakaian penjual yang menggunakan baju lurik, kebaya ataupun jarik. Tak hanya orang tua, namun juga anak-anak yang membantu berjualan.

Meski begitu pengunjung bebas dalam berbusana, yang penting sopan. Ada penjual busana Jawa, kalau pengunjung ingin menggunakannya. Harganya murah. Untuk sorjan/ pakaian adat Jawa seharga sekitar Rp. 65 ribu. Beda ukuran, beda harga sedikit. Ada pula blangkon khas Jawa yang dijual seharga Rp. 25 ribu.
Jajan surjan di Pasar Dhoplang. (Foto: Linda)

Inspirasi Ramah Lingkungan

Kearifan lokal ramah lingkungan tercermin dari kesadaran terhadap bahaya bahan plastik. Ancaman bahan plastik di masa mendatang karena susah diurai. Di pasar ini penggunaan bahan plastik dilarang, seperti botol plastik, tas kresek plastik dan bahan plastik lainnya. 

Sebagai ganti tempat makanan disediakan daun pisang, daun jati ataupun piring gerabah.  Ada satu penjual gerabah diantara penjual kuliner tradisional. Harganya sangat murah.

Ada plang kayu terpasang dengan tulisan jelas “Mboten Ngginaaken Plastik” artinya “Tidak menggunakan plastik.” Jelas semangat ramah lingkungan  “Bebas Plastik”  di pasar Dhoplang ini mengusung semangat keinginan untuk kembali ke alam.
Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)
Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)

Aksi yang terpuji, mengajak mencintai lingkungan dengan mengurangi sampah plastik yang sulit diurai dan terus bertambah setiap hari.  

Kuliner Inovatif, Rempah Jambu Mete

Ada satu yang unik diantara makanan tradisional yang dijual di Pasar Dhoplang. Jika nasi tiwul, bancakan, aneka lauk seperti gorengan mendominasi, maka ada satu makanan yang jarang dijumpai, yakni Rempah Jambu Mete.

Untuk diketahui kawasan Wonogiri banyak ditemui pohon Jambu Monyet, sebagai bahan komoditi jambu mete yang bernilai ekonomis. Biji jambu mete itu diolah yang dikenal sebagai kacang mete. Sementara buahnya kurang enak dinikmati, tak seperti buah-buah lainnya. Meski tampilan buah jambu mete sangat menggiurkan.
Rempah jambu di Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)

Di Pasar Dhoplang ini ternyata buah dari jambu monyet yang rasanya sepat itu diolah menjadi panganan, yang bisa digunakan sebagai lauk pauk. Rempah Jambu namanya. Prosesnya cukup mudah. 

Buah jambu dikupas bersih, ditumbuk halus. Prosesnya sekitar 3 hari biar enak. Dikepal-kepal menjadi bulatan kecil sebesar bakso, lalu dikukus. Rasanya ada pedas-pedasnya karena dicampur cabai.
Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)

Spot foto di Pasar Dhoplang. (Foto: Bozz Madyang)

Jika warga kampung cukup memiliki semangat inovasi kuliner, tentu dengan bahan-bahan dari lingkungan sekitar bisa menghasilkan makanan sehat.

Semoga saja pasar ramah lingkungan ini mampu bertahan dan semakin berkembang. Menularkan inspirasi tentang mencintai kehidupan, dekat dan mencintai alam. 

IG @bozzmadyang @madyanger

[VIDEO] Begini Manisan Pala Dibuat


Ternyata bikin manisan pala lumayan lama. Butuh sekira seminggu untuk memproses manisan pala dari awal sampai akhir, siap dikonsumsi.

Ini pengalamanku melihat Bu Oyok pelaku UMKM yang memproduksi Manisan Pala di rumahnya, kawasan Dramaga Bogor.
Dari usaha manisan pala yang dibuatnya itu, Bu Oyok bersama suaminya mampu menghidupi lima anaknya, yang 4 diantaranya sudah berumah tangga.
Tonton videonya ya. @rahabganendra


Kasih Ibu Sepanjang Jalan, Kasih Temulawak Sekujur Badan


Herbadrink. (Foto Bozz Madyang)

Aktivitas kerja itu melelahkan. Jika badan tidak dijaga bisa menurun kesehatannya. Untuk merawat badan sehat bisa dilakukan dengan bergaya hidup sehat alami, seperti mengonsumsi tanaman asli Indonesia, salah satunya temulawak.  

Sore itu, cerah. Masih sejam lagi untuk berangkat. Aku menunggu jam menunjukkan angka 16.00 wib. Laptop kesayangan di hadapan. Memanfaatkan waktu untuk meneruskan draf tulisan yang belum kelar. Liputan kuliner beberapa hari sebelumnya. Ya hari-hariku tak lepas dari kegiatan di depan computer ataupun laptop.

Selain bekerja sebagai editor, aku punya kesibukan sekaligus hobi sebagai food blogger sekaligus content creator blog dan youtube.  Itu yang membuatku bahagia. Bisa menambah teman, memperluas jaringan, bersosialisasi. Aku memang suka mengenal orang. Suka banyak teman.

Enam hari kerja setiap minggunya. Kerjaan memang lebih banyak duduk di depan komputer. Pastinya bikin penat. Kurang gerak. Sebenarnya aku merasa kurang cocok dengan pekerjaan minim gerak begitu. Tapi d sisi lain aku suka dengan tulis menulis, bikin script, sampai video. Itulah sebabnya terkadang aku bawa laptop untuk kerjain kerjaan ke  luar kantor. Kadang di café atau pun tempat yang kurasa nyaman untuk ketak ketik.  Itu demi mencari suasana berbeda dan tak melulu berdiam di tempat.

Kalau dibilang seeh aku suka kerja atau berkegiatan menyangkut konten creator. Seneng aja getu, bikin konten. Itulah sebabnya aku suka belajar menulis, fotografi dan videografi. Peralatan memang semampunya, tapi aku selalu berupaya mengupgrade peralatan, seperti smartphone, kamera atau pun laptop. Yaa meski gak sering-sering amat. Bujet broh. Menyesuaikan bujet.

Kalau weekend? Hari Sabtu kerja setengah hari. Hari Minggu libur. Umumnya orang-orang hari libur, jalan-jalan, ataupun bermalas-malasan di rumah. Kalau aku biasa kupakai untuk salurin hobi bikin konten. Misalnya saja ikutan acara blogger, ataupun sekadar jalan wisata kuliner sekaligus foto-foto ataupun bikin vlog.

Saking senangnya, aku sering lupa waktu dan kurang tidur. Dikejar-kejar deadline salah satu sebabnya. Terus memanage waktuku yang buruk juga karena kadang badan tak mendukung. Sakit-sakit lelah yang kadang gak kurasakan, namun makin terasa.

Paling sering ya, pegal-pegal di badan dan kaki. Kepala kadang puyeng. Bahu, tangan berasa capeknya. Aku sadar itu artinya kebutuhan istirahat selama ini kuabaikan. Aku lupa mencintai diri sendiri, dengan peduli pada kebutuhan terkait kesehatan. Aku lupa mencintai diri dengan melakukan kesenangan namun melupakan bahwa tubuh ada batas maksimal berdaya tahan.

Jujur, dulu aku tak terlalu pusing soal pola hidup sehat. Namun seiring bertambahnya usia, aku pun tak mau punya masalah kesehatan. Gaya hidup sehat kulakukan. Sebisanya. Aku sudah tidak merokok, 14 tahun lalu. Jalan-jalan ringan sekitar rumah buat olahraga kulakukan, tidur pun kuperhatikan. Aku tak memforsir untuk kegiatan kesenangku. Makan pun berhati-hati, menerapkan pola makan sehat.

Nah khususnya untuk pola makan, aku berupaya seeh makan makanan sehat. Sayuran, buah-buahan tak lupa, selalu ada. Porsi “Piringku” deh. Ada seperempat nasi, seperempat lauk, setengahnya sayuran.  

Meneladani Gaya Hidup Sehat Ibu


Satu lagi aku mengonsumsi jamu sejak kecil. Aku ingat betul bagaimana ibuku mengajari hidup sehati dengan bangun pagi-pagi, jalan keliling seputar rumah tanpa alas kaki, dan minum jamu gendong langganan.

“Lee, jamu itu apik nggo awak, ben waras (Nak, jamu itu bagus, bagus buat badan, bikin sehat),” kata Ibuku masih teriang di telinga.

Ibuku sudah berusia kepala tujuh, namun masih sehat. Hingga kini masih mampu ke pasar untuk kulakan dagangan toko kelontong kecil di rumah. Masih aktif wira wiri. Alhamdulillah.

Itulah sebabnya aku tak asing dengan beragam herbal ala jamu, seperti Jahe, Temulawak, Kunyit Asam, Beras Kencur dan lainnya. Tentu saja ibu tak merebusnya sendiri, ada Simbok Jamu langganan yang tiap pagi mampir ke rumah. 
Menikmati Herbadrink Sari Temulawak. (Dokumen pribadi)


Cuma terkadang ibu juga membuatnya, merebus sendiri selagi pengen atau butuh. Seperti saat dulu, Ibu merebus sere dicampur dengan tanaman lainnya, untukku. Saat semasa SMA aku terkena gejala batu ginjal. Untung masih dini. Sembuh. Benar pepatah bilang, “Kasih Ibu itu sepanjang jalan/ masa.”

Aku sadar jamu-jamuan mempunyai khasiat alami bagi kesehatan. Itu yang menyebabkan aku tak berhenti mengkonsumsinya hingga sekarang.  

Karena Stamina Harus Dijaga dan Kesehatan Harus Diupayakan


Aku menyadari dengan aktivitas dan pekerjaan yang cukup padat setiap harinya, tak bisa dipungkiri, akan berpengaruh terhadap kondisi tubuh. Tubuh tak bisa digeber. Kerja terus, atau diajak jalan bikin konten.

Biasanya baru terasa kalau malam hari. Badan ‘lungkrah’ kaki terasa pegal. Tubuh penat. Itu membuktikan kalau tubuh punya daya tahan terbatas.

Keterbatasan itu yang harus aku sadari. Penting untuk menunjang ketahanan stamina. Akhirnya kesehatan harus menjadi prioritas utama. Aku sadar dan berpikir, “Gimana bisa menikmati hidup tanpa kesehatan yang memadai?”

Nah untuk kesehatan, kalau di rumah dulu, ya itu mengkonsumsi jamu. Baik itu rebusan sendiri ataupun membeli. Beras kencur, temulawak, kunyit asem dan lain sebagainya. Khususnya temulawak ini yang aku suka, menunjang untuk stamina tubuh. Setelah merantau di Jakarta, biasanya aku membeli dari tukang jamu. Namun biasanya saat pagi hari saja. Langganan.  Soalnya kalau sore hari susah nyari penjualnya.  

Denger-denger Presiden Joko Widodo juga mengkonsumsi temulawak untuk jaga staminanya. Juga mantan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang juga rutin minum jamu temulawak untuk menjaga kesehatannya. Pantesan saja Presiden Joko Widodo  tetap lincah menjalani aktivitasnya sehari-hari sebagai presiden. Kayak gak ada capeknya. 

Temulawak adalah tanaman asli Indonesia yang bentuknya mirip dengan kunyit. Tanaman yang memiliki nama latin Curcuma Xanthorrhiza ini biasanya berbentuk seperti silinder dengan diameter 6 cm. Manfaat temulawak sebagai obat sudah cukup lama dikenal dan diketahui seperti mampu menjaga kesehatan liver. Manfaat lainnya seperti mengatasi masalah sistem pencernaan, mengatasi osteoarthritis, mencegah serta membantu pengobatan kanker,  obat anti radang, antibakteri dan antijamur serta banyak lagi.

Sari Temulawak Herbadrink Cara Simple Menikmati Temulawak


Untung saja, zaman sekarang ini mudah mendapatkan minuman temulawak, dalam kemasan yang praktis. Tak perlu merebus sendiri.  
Herbadrink Sari Temulawak. (Dokumen pribadi)

Nah aku suka menikmati temulawak ala Herbadrink baik hangat ataupun dingin. Rasanya menyegarkan. Apalagi Herbadrink Sari Temulawak Sugar Free, sesuai dengan aku yang mengurangi konsumsi gula. Herbadrink Sari Temulawak ini merupakan minuman herbal dengan resep tradisional. Prosesnya sudah berteknologi modern.  

Menikmati Herbadrink Sari Temulawak. (Dokumen pribadi)
Selain Herbadrink  Temulawak aku juga suka Herbadrink Beras Kencur dan Herbadrink Chrysanthemum. Ada varian lainnya seperti wedang uwuh, kunyit asam dan lidah buaya. Eh tanpa bahan pengawet loor, dan bebas endapan. Bisa diminum sampai tandas. Tak meninggalkan sisa. Dikemas cantik, sehat dan higienis.
Herbadrink Sari Temulawak, Herbadrink Beras Kencur dan Herbadrink Chrysanthemum. (Foto Bozz Madyang) 

Bagiku mengkonsumsi Herbadrink menjadi gaya baru untuk hidup sehat alami dengan cara kebaikan alami. Mudah, praktis, higienis, sehat dan bisa rutin kukonsumsi demi menjaga kebugaran stamina tubuh. "Kasih Herbadrink  Sari Temulawak memang sekujur badan." Sehat, sehat, sehat.

@bozzmadyang

[VLOG] Mantapnya Menu Bakar Lesehan Kampung Kuring Bogor


Mampir makan siang, isi amunisi sebelum liputan ke UMKM Manisan Pala di kawasan Pasar Dramaga, sekitar 1 km dari tempat makan Lesehan Kampung Kuring Bogor ini.

Tempat makan ini rekomendasi teman, Nisa #Kompasianer yang tinggal di Bogor. 

Signature-nya emang menu bakar. Khususnya ayam bakar. Nah Tim Linier KPK menikmati menu pilihan Paket Kuring. Ada 4 jenis paket kuring. Terdiri menu ayam bakar dan ikan bakar,  plus pilihan cah kangkung dan semangkok sayur asem. 

Yang bikin hepi di sini banyak tumisan yang mungkin susah dicari di ibukota, seperti tumis bunga pepaya, jantung pisang, daun pakis, cah kangkung, dan lainnya. 

Seperti  apa rasa menu Lesehan Kampung Kuring Bogor itu? Tonton video di bawah ini ya.

@bozzmadyang



[VLOG] Nikmatnya Bebek Bakar Huk Family Resto Jatiasih


Ada banyak menu di Huk Family Resto Jatiasih, bekasi. Menu rerata Indonesian Food yang menggugah selera. Banyaknya ragam menu membuat kita punya banyak pilihan untuk menikmati sesuai selera. Salah satu menu yang kusuka adalah olahan bebek. bebek Bakar. Makanan seharga 27,5 K ini wajib dicoba kalau kamu berkunjung kemare. Soalnya dagingnya empuk dan tidak amis. Salam kuliner.

@bozzmadyang

Huk Family Resto Jatiasih, Lezat Menunya, Instagramable Tempatnya

Cupcake animasi Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Huk Family Resto Jatiasih ini memberikan kenikmatan makan dengan aneka menu beragam. Didukung ruangan yang berkapasitas besar dengan desain ruang instagramable, penuh dengan area pojok-pojok cantik untuk berfoto yang akan bikin betah siapa saja yang bersantap.

Salam madyang, #madyanger. Aku ada informasi baru tentang tempat makan atau resto yang punya banyak ragam menu yang enak, lezat dan nyaman tempatnya. Lokasinya di kawasan Jatiasih Bekasi. Yuk yang domisili ataupun sering lewat di kawasan itu, merapat.

Huk Family Resto Jatiasih ini adalah resto keempat yang kudatangi dari delapan restonya, setelah resto Huk di Cempaka Putih, Bintaro dan Serpong.

Bedanya yang di cabang Jatiasih ini lebih luas areanya. Terdiri dari 2 lantai. Saking luas dan berdaya tampung banyak, resto ini cocok sebagai preferensi tempat makan rame-rame dengan keluarga, komunitas maupun rombongan.
Huk Family Resto Jatiasih, Bekasi. (Foto Jun Joe)
Buktinya, aku bareng dengan teman-teman blogger sebanyak 20 orang, tempat di lantai 2 masih berasa lapang. Hehee.

Ada meja panjang yang disediakan pass 20 kursi di satu sisi. Kalau aku taksir seeh ruangan lebih dari cukup untuk 50-60 orang jika ditata sedemikian rupa.

Jadi, aku akan berbagi lebih jauh tentang  Huk Family Resto Jatiasih milik Bu Siti Zulfa dan Pak Bangkit Kuncoro ini. Penasaran? Cekidot.
Pak Bangkit Kuncara dan Bu Siti Zulfa pemilik Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Banyak Menu, Lezat dan Nikmat

Ada sekitar 25 menu dan minuman yang disajikan saat acara Blogger Gathering pada Minggu 29 September 2019 lalu. Tentu saja itu hanya sebagian menu dan minuman yang ada di Resto Huk Jatiasih ini.

Menu-menunya variatif, itulah sebabnya cocok untuk family yang punya selera yang tentu beragam. Jadi kalau ajak anak-anak ataupun generasi milenial terus ajak kakek nenek, tante, paman pasti no problem-lah. Citarasa dan selera berbeda akan diakomodasi dengan preferensi menu yang bervariasi.

Menu-menu dikategorikan ke dalam ragam variasi. Ada Indonesian Food, Pasta/ Pizza, Steak, Sushi Corner, Snack.

Untuk minuman pilihannya ada Fresh juice, Hot & Cold Beverages, Ice Cream, Special Blended. Eeeh ada aneka Bakery dan Cookies produk Huk Family Resto Jatiasih lho. Cantik-cantik dan enak tuk camilan.

Neh foto-fotonya beberapa menu yang disajikan saat acara Blogger Gathering. Pasti bikin kamu lapar mata. Jangan salahkan aku kalau kamu pada pengen yaa. Hehee.

Menu-menu

Beef Stroganof
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Gordon Bleu


Menu Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Pizza special
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Spagheti Bolognaise
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Ayam Sambal Ijo
Menu Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Dragon roll
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Crunchy Unagi
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Sop buntut lada hitam
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Gurame bakar
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Udang goreng huk
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Capcay goreng seafood
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Roti Maryam Chocolate Keju
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Beef Teriyaki
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Minuman

Juice kedondong
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
 Milk shake strawberry
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Marqisa squash, Cappucino blend dan Milk shake strawberry


Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

 Juice mangga, Juice Kedondong dan Lemon grass orange
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Bakery dan Cookies
Roti keju belah Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Cupcake Animasi Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Donat Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Bolu Gulung Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Kalau aku seeh favorit olahan beef dan ikan seperti gurame bakar. Beef teriyaki nan gurih dan manjain lidah wajib dicoba.

Suka pula Chicken Gordon bleu yang sudah bikin ngiler di mata dengan tampilannya. Jangan khawatir dagingnya bertekstur empuk dengan bumbu berasa kental.

Untuk kisaran harga menu mulai dari Rp. 21,500 – Rp. 62,500. Dengan harga segitu, dan rasa lezat yang ditawarkan, cukup worth it untuk bersantap nikmat di Huk Family Resto Jatiasih.

Eh aku cobain bebek bakarnya. Beli seharga 27,5 K. Pedasnya nikmat hehe. Neh videonya,


Ruangan Bikin Betah

Desain lokasi yang tak biasa sudah terasa sejak mau masuk Huk Family Resto Jatiasih ini. Ada ragam payung yang ditata sedemikian rupa di halaman depan. Membuat suasana teduh dan tentu sudah bisa mejeng foto-foto dimare. 
Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Lanjut masuk ke resto, langsung mata bisa melihat lurus sampai jauh ke belakang ruangan resto yang terbuka. Di kanan kiri, lagi-lagi penuh sentuhan estetik dengan desainnya. Foto-fotolah dimare.

Ruang depan Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Di bagian tengah ada tangga menuju ke lantai 2. Samping tangga ini ada spot cantik berfoto. Di bagian kanan juga, meja makan dengan dinding didesain sedemikian rupa. Foto lagi di sini.
Tangga ruang tengah Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Lurus sedikit, ada mushola yang cukup lega, bersih dan nyaman. Lurus ke belakang banyak meja dan kursi ditata sedemikian rupa. Kapasitas banyak di sini. 

Meja ditata dengan masing-masing satu meja, empat kursi. Ini area udara bebas, tak tertutup ya. Jadi angin kadang berasa di sini.
Meja bagian belakang lantai 1 Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Meja bagian belakang lantai 1 Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Kalau ruangan dalam berAC ada di samping kanan bagian belakang. Kapasitas juga banyak.
Ruangan ber AC bagian belakang lantai 1 Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Ada tangga di bagian tengah menjuju lantai 2. Di lantai dua ada ruangan terbuka. Angin berasa banget, karena tingi tak terhalang bangunan tetangga.
Ruangan lantai 2 Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Panas? Pengen ngadem? Jangan khawatir, ada di ruangan sebelah belakang. Ada AC dan toiletnya. Hmmm kapasitasnya sekira puluhan lah. Cukup untuk acara-acara arisan, ulang tahun dan semacamnya.
Ruangan ber AC lantai 2 Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Pokoknya dijamin kamu betah di sini. Ruangan yang luas dan pilihan di lantai satu atau dua dengan pemandangan luar. 

Pojok-pojok Instagramable untuk Generasi Milenial

Seperti kubilang di atas, banyak spot cantik nan instagramable. Mejeng wajib di “Love” di area ruang tengah ini ya hehe.
Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)

Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Pojok cantik di lantai 1 Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)


Pojok-pojok Instagramable Huk Family Resto Jatiasih. (Foto Bozz Madyang)
Gimana Mencapai Lokasi?

Untuk ke lokasi Huk Family Resto Jatiasih bagi yang naik sepeda motor, lebih mudah. Tinggal google map loorr hehee. Ketik ajah alamatnya di map smartphone kamu.

Kalau yang mau naik kereta, berdasarkan pengalaman teman-teman seeh enaknya turun di Stasiun bekasi, lalu nyambung ojek online/ Ojol.

Ya, pokoknya kalau masih ada bang Ojol mah beres tuh mau kemana juga hehe.

Oke sekian dulu deh info tempat makan minggu ini. Jangan lupa kalau mau ke sana, catet alamatnya di bawah ini. Juga ikutin info-info terbaru di social medianya juga ya. Salam kuliner.

Huk Family Resto Jatiasih 

Jl. Parpostel No. 6 Jatiasih – Bekasi

Telepon: 021 8243 6604, 0812 8025 6520, 0856 0498 9552, dan 0838 0620 9165.

Twitter: @RestoHuk

Instagram: @huk_family_resto

Fans Page Facebook: @rumahuk




@bozzmadyang