Secangkir Jahe, Menjaga Imun di Masa Pandemi

 

Herbadrink Sari Jahe (Foto Bozzmadyang)

Mengkonsumsi minuman herbal atau jamu di masa pandemi ini dipercaya banyak orang mampu meningkatkan kesehatan. Aku pun sudah sejak lama memilih minuman herbal sebagai salah satu cara merawat kesehatan. 

Sisa-sisa air hujan masih menetes, ketika bapakku sedang di perapian dapur rumah. Seonggok arang membara. Dua bilah kayu dipegangnya diantara tangan kanan dan kiri. Bapak sedang membolak-balik sesuatu. Jahe. Ya, membakar jahe yang dibeli ibuku tadi pagi. Butuh waktu tak lama, bapak mengupasnya. 

Sebuah pisau kecil pun dengan lincah menyerut kulit jahe, tipis-tipis. Lalu dicuci dan digeprek-geprek menggunakan “munthu” dari batu. Lanjut kemudian dimasukkan ke sebuah cerek yang berisi air yang telah mendidik. Api yang berasal dari kayu, membakar dasar cerek yang sudah menghitam pantatnya. Itu cerek kesukaan bapak, untuk membuat minuman hangat, jahe.

Bapak selalu teliti dan hati-hati menjalani prosesnya. Proses membuat minuman jahe. Kadang jahe ditambah dengan the tubruk produk lokal. Sebuah cangkir blirik menjadi tempat akhir minuman jahe diseduh. 

Aku selalu ingat kebiasaan bapakku di kampung itu. Kebiasaan yang sejak kecil kulihat sering dilakukan. Memang tidak setiap hari bapak membuat muinuman jahe. Tapi terbilang cukup sering, di sela-sela bapak menikmati the ataupun kopi. Selang seling. Dan pastinya “Nasgitel”, Panas – Legi (manis) – kenthel (kental). 

“Nggo segerin dan angetin awak,” kata bapak dalam bahasa Jawa. Bahasa keseharian kami di kampung Jawa Tengah.  

Maksudnya, minuman jahe buat menyegarkan dan menghangatkan badan. Itu karena rasa pedas, khas jahe yang cocok untuk menghangatkan badan.  Tak heran bapak sering mengkonsumsinya di kala malam hari. Apalagi kalau hari sedang hujan. Bapak tak bakal terlewat menikmati minumaan jahe. Ditemani jagung bakar ataupun ubi atau pisang goreng. 

Itu sebuah fragmen masa lalu. Secangkir minuman jahe masa lalu, kesukaan bapak. Masa aku masih tinggal dengan orang tua, bapak dan ibu. Salah satu yang kuingat dan menjadi kenangan di saat-saat tertentu. Saat menanti hujan, saat rindu bapak ibu di kampung. Seperti saat ini. Saat tak bisa pulang mudik ke kampung karena wabah pandemi Covid 19.  

Jahe, Kaya Manfaat

Kalau mengulik tentang jahe, yang bernama latin Zingiber officinale adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat.  Konon jahe diperkirakan berasal dari India namun ada yang meyakini berasal dari Tiongkok Selatan.

Jahe kerap kali ditambahkan dalam masakan maupun minuman untuk membuat rasanya semakin mantap dan memberi sensasi hangat.  Populer di Eropa karena memberikan rasa hangat dan pedas pada makanan. Rasa  dominan pedas yang disebabkan senyawa keton bernama zingeron. 

Rasa pedasnya itu yang membuat jahe selain jadi campuran dalam masakan dan minuman, jahe juga sering dijadikan produk olahan makanan lainnya, seperti permen jahe, jahe bubuk, minyak jahe hingga esense jahe, roti, kue, biskuit, kembang gula dan berbagai minuman.  

Informasi menarik soal manfaat jahe diungkap jurnal dalam US National Library of Medicine National Institutes of Health. Ternyata  jahe memiliki potensi untuk mengobati sejumlah penyakit seperti gangguan degeneratif (radang sendi dan rematik),  mengatasi sembelit dan maag, hipertensi, muntah, serta diabetes mellitus. Jahe juga bisa mengendalikan proses penuaan.  Jahe juga disebut-sebut mampu menurunkan glukosa darah, menurunkan kolesterol.

Nah yang lebih penting lagi, jahe mampu memperkuat sistem imun tubuh. Ini dikarenakan kandungan jahe termuat vitamin C dan magnesium. Dua kandungan ini membuatnya membantu tubuh untuk memperkuat sistem imun. 

Selain itu, jahe juga memiliki kandungan gingerols, shogaols, dan zingerones yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh. Nah kandungan gingerols  itu mampu menangkal infeksi bakteri dan virus. Ini jelas sangat penting di masa sekarang, masa pandemic Covid19 yang belum surut. Dimana imunitas tubuh yang baik harus dijaga dan dirawat agar tak mudah “tumbang” oleh virus. 

Mengkonsumsi Minuman Jahe Praktis dan Mudah 

Mengingat sedemikian besar manfaat kandungan jahe, sangat perlu dan penting untuk dikonsumsi rutin. Demikian juga halnya aku. Aku sudah lama mengkonsumsi minuman jahe, baik itu membeli di warung ataupun cara lain yang lebih mudah dan praktis, yakni membeli Sari Jahe Herbadrink

Ini salah satu varian produk PT Konimex yang sudah kukenal lebih dari setahun lalu. Sudah beberapa varian rutin kuminum seperti sari jahe, wedang uwuh,  temulawak, kunyit asam, dan kunyit asam sirih madu.
Herbadrink Sari Jahe (Foto Bozzmadyang)

Minuman  Herbadrink yang merupakan olahan rempah herbal resep minuman tradisional sekaligus jamu untuk minuman. Jadi jelas produk Herbadrink adalah minuman sehat yang menunjang bagi kesehatan tubuh. Jadi tak salah kalau aku memilih  salah satunya varian Sari Jahe Herbadrink sebagai penunjang kesehatan di masa pandemic ini.

Apalagi varian  Herbadrink itu tanpa gula dan tanpa pengawet. Sugar Free menggunakan  pemanis buatan tanpa kalori. Selain itu, Sukralosa yang tidak memiliki efek pada metabolisme karbohidrat, kontrol glukosa darah jangka pendek maupun panjang, ataupun pelepasan insulin. 

Jangan khawatir, kandungan Sukralosa diperbolehkan penggunaannya pada makanan dan minuman di hampir 80 negara termasuk Indonesia dan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nah ini jelas terjamin keamanannya. Ada BPOM-nya. 

Bagiku Sari Jahe Herbadrink ini terasa banget manfaatnya. Selain menghangatkan tubuh nyaman juga bikin rileks. Aku menjadi jarang masuk angin. Tidak mudah kembung dan mengatasi rasa mual. Ini membuatku nyaman dalam segala aktivitas menyangkut pekerjaan maupun kegiatan keseharian. 

Cara konsumsinya pun tak ribet. Soalnya dikemas praktis dan higienis. Bentuk sachet jadi tinggal diseduh. 1 sachet Herbadrink Sari Jahe biasa kubuat ke dalam kurang lebih 150 ml air panas. Bisa she dengan air dingin. Tapi aku suka yang hangat.  Enaknya lagi tak ada endapan di minumannya. Bersih. Makanya cocok banget untuk minuman setiap hari. 

Herbadrink Sari Jahe (Foto Bozzmadyang)

Pastinya dengan adanya produk Herbadrink seperti Sari Jahe ini sangat membantu aku dalam merawat dan menjaga imunitas tubuh, kenyamanan di masa pandemic ini. Aman dikonsumsi harian dan yang terpenting lagi mudah dicari di supermarket ataupun di marketplace. Jadi gak ada alasan untuk tidak minum “jamu” ala Herbadrink Sari Jahe ini. Salam sehat.

@bozzmadyang  

1 comment:

Leha Barqa said...

Pilihan yg tepat nih Herbadrink Sari Jahe di musim penghujan seperti sekarang ini 👍

Post a comment